Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Pencegahan peredaran narkoba di kalangan generasi muda Kalimantan Timur memerlukan perhatian serius, terutama dari pihak keluarga. Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga anak-anak mereka agar terhindar dari bahaya narkotika yang semakin meresahkan.
Menurut Sapto, pengawasan yang dilakukan oleh orang tua merupakan langkah penting dalam memproteksi anak-anak dari pengaruh buruk yang dapat merusak masa depan mereka. Ia mengingatkan bahwa pengawasan bukan hanya harus dilakukan oleh sekolah atau pemerintah, tetapi juga oleh keluarga yang harus aktif membimbing anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Pengawasan orang tua sangat krusial dalam membimbing anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam dunia narkoba. Tidak cukup hanya mengandalkan pihak luar, keluarga harus lebih terlibat dalam mendidik anak, baik dalam konteks pendidikan maupun penguatan nilai-nilai yang diterapkan di rumah,” ujarnya.
Selain itu, Sapto juga mengungkapkan bahwa pentingnya menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak sejak dini. Orang tua diharapkan mampu memberikan fondasi agama yang kokoh, yang bisa menjadi benteng bagi anak-anak dari godaan pergaulan bebas yang bisa mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
“Iman dan takwa merupakan senjata utama yang bisa melindungi anak-anak dari pengaruh negatif. Jika anak-anak kita dibekali dengan pendidikan agama yang kuat, mereka akan lebih mampu memilih dan membedakan hal-hal yang baik dari yang buruk,” tutur Sapto.
Terlepas dari itu, Sapto juga menyoroti dampak perkembangan teknologi yang semakin pesat. Meskipun teknologi memberikan berbagai kemudahan dan manfaat, ia mengingatkan bahwa teknologi juga bisa menjadi saluran penyebaran informasi negatif, termasuk terkait narkoba, terutama di dunia maya yang tidak terkontrol.
“Teknologi memang memberikan banyak keuntungan, seperti mempermudah akses informasi. Namun, di sisi lain, teknologi bisa menjadi jalan masuk bagi penyalahgunaan narkoba. Dunia maya menjadi tempat yang rawan untuk penyebaran informasi buruk terkait narkoba,” jelas Sapto.
Sapto berharap, dengan adanya pengawasan lebih ketat dari keluarga serta kesadaran yang meningkat akan bahaya narkoba, generasi muda Kalimantan Timur dapat lebih terlindungi dan terhindar dari ancaman peredaran narkotika yang merusak masa depan mereka.
