Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Potensi wisata di Kota Tepian belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dari alam yang mempesona hingga lokasi-lokasi unik, Samarinda menyimpan banyak peluang untuk menjadi destinasi unggulan di Kalimantan Timur.

Namun, potensi ini terkesan jalan di tempat karena persoalan klasik, yakni infrastruktur yang belum memadai, promosi yang belum masif, proses perizinan yang rumit, dan dukungan anggaran yang terbatas.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joko Wiratno, menilai beberapa titik wisata seperti Gunung Steling hingga kawasan Lempake sebenarnya punya daya tarik besar untuk mendatangkan wisatawan luar daerah.

Jika dikelola serius, kawasan-kawasan ini bukan hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia membandingkan dengan daerah lain seperti Bogor dan Yogyakarta, yang berhasil mendorong kemajuan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event secara konsisten, promosi yang gencar, serta infrastruktur yang tertata.

Bahkan, menurutnya, hutan pinus sederhana di Yogyakarta pun bisa menjadi magnet bagi ribuan pengunjung setiap tahunnya.

“Kalau di Jawa, setiap desa bisa membentuk desa wisata. Kalau dimaksimalkan dan digodok, bisa menjadi aset wisata daerah, dan PAD daerah bisa meningkat dari situ,” ucapnya, Kamis (14/8/2025).

Namun, Joko menegaskan, infrastruktur dan promosi hanyalah sebagian dari persoalan. Rumitnya proses perizinan menjadi kendala lain yang membuat investor enggan menanamkan modal.

Ia menyebut, keluhan serupa sempat muncul dari pengelola kawasan wisata di Lempake.

“Seperti di Lempake, kita perlu menarik investor baru untuk mengembangkan wisata di Samarinda, hanya saja kemarin ada keluhan terkait perizinan yang agak rumit. Kita sempat berdiskusi cukup intens dengan pengelola Lempake soal itu,” jelasnya.

Di sisi lain, keterbatasan anggaran di Dinas Pariwisata Kota Samarinda membuat berbagai rencana pengembangan wisata belum bisa dijalankan secara optimal.

“Kita sudah meminta agar anggaran ini ditingkatkan. Mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Menurut Joko, jika pemerintah serius membenahi sektor pariwisata, dampaknya akan menjalar ke berbagai bidang, mulai dari UMKM, industri perhotelan, hingga pelaku kreatif.

“Dampaknya besar, karena berkaitan dengan UMKM, hotel, dan sektor lainnya. Kalau pariwisata maju, maka bisnis hotel dan UMKM juga bisa berjalan,” tutupnya. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *