Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.
Rencana Pemerintah Kota Samarinda (Pemkot) yang akan melakukan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) terpadu yang akan dibangun di Jalan Poros Samarinda-Bontang mendapat dukungan penuh DPRD Kota Samarinda.

Pembangunan RPH tersebut akan direalisasikan di atas lahan seluas 22 hektare di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara. Dengan adanya RPH tersebut, dapat meningkatkan suplai daging sehingga kebutuhan daging di Kota Samarinda bisa dapat tercukupi.

Terkait hal ini, Anggota Komisi II DPRD Samarinda Laila Fatihah menanggapi hal tersebut, ia mengatakan rencana ini bisa mendukung adanya pembudidayaan sapi di RPH. Sebelumnya Walikota Samarinda Andi Harun mengatakan hal ini bisa memangkas biaya transportasi sebesar 50 persen dari total sapi yang masih impor dari luar Kaltim.

Laila Fatihah yang mendukung rencana ini menjelaskan, bahwa selama ini RPH milik pemerintah belum pernah masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD), dikarekanan tidak maksimalnya penyembelihan sapi. Akan tetapi dengan adanya rencana RPH terpadu ini, diharapkan bisa menjadi sumber PAD yang besar dan dapat digali Pemkot Samarinda.

Laila juga menyebut pihaknya di Badan Peraturan Daerah (Bapepmerda) akan mengkaji ulang terkait regulasi yang ada, sebabnya ada pada Perda 27 tahun 2006 tentang RPH Kota Samarinda sudah dianggap kadaluarsa.

“Kami akan tinjau untuk mengatur sewa menyewa, sampai perjanjiannya. Dibutuhkan revisi untuk penyesuaian, apalagi setelah BBM ini naik,” ucapnya.

Politisi Fraksi PPP ini mengaku, belum mengetahui detail konsepnya secara apa, pihaknya juga perlu mengetahui apa yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kota Samarinda. Tetapi berdasarkan informasi yang diketahui, RPH tersebut selain menjadi tempat pemotongan hewan juga menjadi wadah untuk edukasi belajar para pelajar nantinya.

“Nanti akan berkembang, bisa ada rumah makan yang dikelola warga sekitar. Jadi membuat ekonomi kerakyatan hidup juga,” tutupnya.

  • Penulis RF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *