Bagikan 👇

Timesnusantara.com- Kalimantan Timur. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain menyoroti, Keputusan sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Samarinda yang mewajibkan pembelian kalender kepada para siswa.

Sani menyatakan bahwa bisnis tidak seharusnya tidak mencampuri tiga ruang penting dalam kehidupan manusia, yakni pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.

“Kita sudah pahami bersama manusia tidak lepas dari kata bisnis, tapi kita minta bisnis jangan memasuki tiga ruang yaitu pendidikan, kesehatan jangan sampai RS jadi bisnis kemudian keagamaan,” ujar Sani, Senin (5/2/24).

Sani menilai, tidak seharusnya ada kebijakan yang mengharuskan siswa membeli kalender secara langsung dilingkup sekolah. Karena siswa memiliki peran utama sebagai pelajar dan bukan sebagai konsumen.

“Terkait bisnis memasuki ruang pendidikan saya tidak setuju kalau mau buat seperti itu jual ke orang tua langsung jangan ke siswanya karena siswa tugasnya belajar bukan posisinya sebagai konsumen,” ujarnya.

Harapannya, para siswa di sekolah hanya bisa menerima ilmu, perhatian, dan pembinaan, bukan kewajiban membeli produk tertentu.

Penulis Dita

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *