Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR. Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan parkir di Kukar.

Sebagai OPD yang bertanggung jawab atas pengelolaan parkir, Dishub bertekad memberikan kontribusi terbaik bagi Kukar.

Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa beberapa pola pengelolaan parkir telah dicoba di Kukar, terutama di Kota Tenggarong. Salah satunya adalah penetapan sistem target, di mana setiap lokasi parkir disurvei untuk menentukan potensi pendapatan dan kewajiban yang harus disetor ke Pemerintah Daerah oleh para juru parkir.

“Meskipun upaya ini telah dilakukan, belum mencapai hasil maksimal karena pengawasan yang belum optimal. Selain itu, upaya parkir berlangganan juga telah dilakukan dengan potensi pendapatan hingga Rp 16 miliar, namun belum dapat diterapkan sepenuhnya karena kendala dalam pengawasan.” ungkapnya

Ia mengatakan bahwa penggunaan palang parkir juga sudah diimplementasikan, tetapi masih mengalami beberapa kekurangan, seperti kerusakan palang parkir.

“Kami terus berupaya memberdayakan para juru parkir dan memaksimalkan penggunaan palang parkir terutama pada malam sabtu, minggu, dan senin.” sebutnya

Selanjutnya, Dishub akan mencoba menerapkan pola baru yang telah sukses di Kota Waringin, Kalimantan Tengah, di mana lapak parkir dilelang kepada kelompok masyarakat untuk dikelola. Dengan demikian, Dishub dapat menetapkan tarif dan retribusi yang sesuai.

“Kami meyakini bahwa pengelolaan parkir yang baik tidak dapat terwujud tanpa dukungan dari para juru parkir. Kami mengucapkan terima kasih kepada para juru parkir yang telah membantu dalam pengelolaan parkir di Kukar.” pungkasnya (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *