Timesnusantara.com, KUKAR. Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, telah menyiapkan beberapa langkah penanganan dan pencegahan stunting. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah memberikan bantuan makanan bergizi kepada anak-anak yang terindikasi stunting serta meningkatkan pelayanan di Posyandu.
Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penanganan stunting karena pada tahun 2024 Desa Purwajaya menjadi fokus stunting. Sebanyak 9 anak terindikasi potensi stunting, dan upaya telah dilakukan untuk peningkatan tambahan gizi di masing-masing posyandu.
“Pemerintah desa bersama posyandu dan PKK langsung mengunjungi anak-anak yang berpotensi stunting di Desa Purwajaya. Selain itu, pada tahun 2024, ada program ketahanan pangan berupa pembuatan 10 kolam terpal ikan lele untuk masyarakat di Desa Purwajaya yang memiliki anak balita yang berpotensi stunting. Kami juga melaksanakan program pembuatan 4 kandang ayam untuk 4 masyarakat yang berpotensi stunting,” ujarnya pada Kamis (6/6/24).
Tidak hanya itu, ada juga program pemberian bantuan 4 ekor ayam untuk setiap orang, dengan total 4 ekor ayam per orang untuk dimanfaatkan sebagai sumber protein anak-anak yang berpotensi stunting. Setiap kolam ikan lele akan diisi dengan seribu ikan lele.
“Upaya ini telah dilakukan, dan kami menyarankan kepada kader-kader posyandu untuk memastikan bahwa anak-anak yang berpotensi stunting mengkonsumsi telur setiap harinya untuk pemenuhan standar gizi. Selain itu, kami akan melakukan pemeriksaan sanitasi rumah tangga untuk memastikan kebersihan dan kelayakan tempat tinggal anak-anak tersebut,” tambahnya.
Berapa jumlah anak yang sudah terkonfirmasi stunting? “Ada 14 anak yang terindikasi stunting di atas usia 2 tahun,” jawabnya.
“Targetnya diharapkan ada penurunan signifikan untuk penurunan stunting tahun ini. Kami melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan secara prioritas untuk anak-anak yang berpotensi stunting,” tutupnya. (Adv)
