Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Junaedi, memberikan klarifikasi terkait wacana alih fungsi Hotel Atlet menjadi perpustakaan. Menurutnya, rencana tersebut tidak tepat dan dapat mengganggu fungsi utama fasilitas tersebut.

Junaedi menyatakan bahwa menggabungkan fungsi olahraga dengan perpustakaan di satu tempat tidak akan efektif.

“Bayangkan saja jika ada orang yang sedang membaca buku dan tiba-tiba ada suara keras dari kegiatan olahraga. Tentunya hal ini akan mengganggu suasana dan mengurangi kenyamanan,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Junaedi mengapresiasi adanya wacana tersebut sebagai bagian dari ide atau gagasan. Ia memahami adanya kekhawatiran dari beberapa pihak tentang potensi terbengkalainya Hotel Atlet jika tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Memang ada rasa khawatir dari pihak tertentu jika hotel atlet ini dibiarkan tidak berfungsi dan menjadi kumuh. Namun, yang terpenting adalah melakukan survei kelayakan untuk memastikan apakah alih fungsi tersebut sesuai,” tambahnya.

Junaedi juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan Hotel Atlet. Menurutnya, fasilitas tersebut tetap akan diprioritaskan untuk mendukung kegiatan olahraga. Salah satu program yang sedang dijalankan adalah Sport Tourism atau wisata olahraga, dengan Hotel Atlet sebagai salah satu sarana pendukung.

“Fungsi utama dari Hotel Atlet adalah untuk menunjang aktivitas olahraga, dan kami akan terus memaksimalkan pemanfaatannya dalam rangka mendukung program Sport Tourism,” pungkas Junaedi.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *