Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur telah meluncurkan program pelatihan kewirausahaan untuk atlet, guna membantu mereka mempersiapkan masa depan setelah pensiun dari dunia olahraga. Inisiatif ini bertujuan untuk memberi keterampilan tambahan kepada atlet, agar mereka tidak hanya bergantung pada penghasilan dari karier olahraga, tetapi juga mampu mengelola keuangan dan merintis usaha sendiri.
Bagus Sugiarta, Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga Dispora Kaltim, menyatakan bahwa pelatihan kewirausahaan ini menjadi bagian dari upaya untuk mengatasi masalah yang sering dihadapi oleh banyak atlet, yaitu kurangnya persiapan finansial setelah pensiun. Menurut Bagus, seringkali atlet yang menerima bonus besar atau hadiah menghabiskan uang tersebut tanpa perencanaan yang matang, yang akhirnya berisiko terhadap masa depan mereka.
“Kami sering mendapati kasus di mana atlet mendapatkan bonus atau hadiah besar, namun uang tersebut cepat habis tanpa ada perencanaan yang baik. Tanpa pengelolaan yang bijaksana, penghasilan itu tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk masa depan mereka,” ujar Bagus, Jumat (15/11/24).
Menurut Bagus, tujuan utama dari pelatihan kewirausahaan ini adalah untuk membuka wawasan atlet mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dan mengenalkan mereka pada dunia bisnis. Dengan adanya keterampilan ini, atlet diharapkan bisa mengelola penghasilan mereka dengan lebih bijaksana, serta mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan setelah tidak lagi aktif dalam dunia olahraga, yang biasanya memiliki rentang waktu yang terbatas.
“Setelah pensiun, seorang atlet tidak bisa hanya mengandalkan penghasilan dari olahraga. Mereka harus memiliki keterampilan tambahan untuk bertahan hidup dan mengembangkan potensi di luar lapangan. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan tentang bagaimana mengelola uang dengan bijak dan memulai bisnis untuk masa depan mereka,” tambah Bagus.
Pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan juga bertujuan untuk membuka peluang bagi atlet untuk menemukan minat lain yang bisa mereka tekuni setelah pensiun. Dispora Kaltim berharap dengan keterampilan yang diperoleh, para atlet dapat menjadi lebih mandiri secara finansial dan siap menghadapi tantangan kehidupan setelah tidak lagi aktif berkompetisi.
“Kami ingin para atlet memiliki keterampilan kewirausahaan yang dapat mendukung mereka untuk membangun kehidupan yang lebih stabil setelah pensiun dari olahraga. Ini adalah investasi untuk masa depan mereka,” pungkas Bagus.
