Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur tengah gencar menjalankan berbagai program yang bertujuan untuk mendorong masyarakat berpartisipasi dalam olahraga, dengan fokus khusus pada olahraga tradisional. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali olahraga yang kaya akan nilai-nilai budaya lokal kepada masyarakat luas.

Thomas Alva Edison, Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Dispora Kaltim, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang sejumlah kegiatan yang tidak hanya menekankan pada aspek kebugaran fisik, tetapi juga berusaha memperkenalkan dan mempopulerkan olahraga tradisional.

“Kami telah menyiapkan sekitar 16 program sepanjang tahun ini, yang mencakup berbagai jenis kegiatan, mulai dari sosialisasi hingga acara olahraga bersama masyarakat,” ujarnya, Jumat (15/11/24).

Menurut Thomas, program-program yang telah disusun dirancang secara terstruktur untuk menjangkau seluruh kalangan masyarakat. Setiap kegiatan diadakan pada periode triwulanan untuk memastikan keberlanjutannya.

“Kegiatan ini meliputi sosialisasi tentang olahraga, kampanye untuk memperkenalkan olahraga tradisional, serta aktivitas olahraga bersama yang kami selenggarakan di tempat-tempat umum,” jelasnya lebih lanjut.

Salah satu acara yang mendapat perhatian khusus adalah kegiatan olahraga bersama yang diadakan setiap hari Minggu. Thomas menjelaskan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk mengajak warga berpartisipasi dalam kegiatan fisik secara kolektif.

“Kami bekerja sama dengan berbagai organisasi, seperti KORMI, untuk menggelar olahraga bersama di ruang publik seperti lapangan sekolah atau taman kota,” ujar Thomas.

Selain di kawasan perkotaan, Dispora Kaltim juga menyediakan fasilitas olahraga di area lain seperti Palaran. Di lokasi ini, masyarakat dapat mengikuti senam yang diadakan setiap sore Minggu.

“Kami memilih waktu sore karena banyak warga yang tidak bisa hadir pada pagi hari. Dengan senam sore, diharapkan lebih banyak warga yang dapat berpartisipasi,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, Dispora Kaltim juga melibatkan instruktur berlisensi yang bertugas memimpin setiap sesi olahraga.

“Kami memiliki 16 instruktur yang terbagi dalam kelompok-kelompok per bulan. Mereka akan memastikan bahwa setiap sesi senam dan olahraga tradisional berjalan dengan baik dan aman,” tambah Thomas.

Lebih dari sekadar olahraga fisik, program-program ini memiliki tujuan jangka panjang, yakni memperkenalkan dan melestarikan olahraga tradisional yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya daerah.

“Banyak orang belum menyadari bahwa olahraga tradisional ada di berbagai daerah, meskipun mungkin dengan nama yang berbeda-beda. Kami ingin menggali, mempopulerkan, dan menjadikannya sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia,” jelasnya.

Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan banyak pihak, Dispora Kaltim berharap dapat memperkenalkan lebih banyak jenis olahraga tradisional kepada masyarakat.

“Kami ingin agar masyarakat semakin menghargai dan melestarikan olahraga tradisional ini, yang tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga penting dalam menjaga kelestarian budaya lokal,”terang Thomas.

Dengan berbagai inisiatif ini, Dispora Kaltim berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga, serta mengangkat olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *