Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) optimis dapat menurunkan angka stunting di bawah 14 persen pada akhir tahun 2024.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengungkapkan bahwa saat ini angka stunting di Kukar tercatat mencapai 15,9 persen, lebih rendah dari angka rata-rata nasional yang mencapai 24,4 persen.

Menurut dia, pencapaian ini menandakan kemajuan yang signifikan dalam upaya penurunan stunting di Kukar.

Sunggono menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melaksanakan dua jenis intervensi untuk mengatasi masalah stunting. Intervensi sensitif, yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bertujuan memberikan dukungan komprehensif bagi masyarakat.

Sementara itu, intervensi spesifik yang dikelola oleh Dinas Kesehatan lebih fokus pada penanganan medis langsung bagi anak-anak stunting.

Keberhasilan ini juga didukung oleh pelaksanaan audit kasus stunting untuk memastikan bahwa setiap langkah penanganan telah sesuai dengan kaidah yang tepat.

Sunggono menambahkan bahwa Kecamatan Muara Wis, yang menjadi proyek percontohan, menunjukkan penurunan angka stunting yang signifikan berkat program pemberian makanan bergizi dan pendampingan kesehatan dari dokter anak.

“Kita di Pemkab Kukar berkomitmen untuk terus mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Sunggono.

Kata Sunggono keberhasilan ini menjadikan Kukar sebagai model nasional dalam penanganan stunting, dan diharapkan dapat diikuti oleh daerah lain. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *