Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Rasman Rading, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur, menegaskan bahwa regenerasi atlet usia dini harus difokuskan pada potensi lokal. Ia menilai, untuk menjaga keberlanjutan prestasi olahraga di daerah, atlet yang dipilih untuk pelatihan dan kompetisi harus berasal dari Kaltim, bukan dari luar daerah.

Menurut Rasman, keputusan untuk merekrut atlet dari luar provinsi hanya akan merugikan perkembangan atlet lokal yang sesungguhnya memiliki kualitas dan kemampuan yang tak kalah dengan atlet dari luar. “Tidak seharusnya kita mengimpor atlet dari luar Kaltim. Ini hanya akan mereduksi potensi atlet yang ada di daerah kita sendiri,” tegas Rasman.

Dia menambahkan, kawasan-kawasan di Kaltim memiliki banyak atlet muda berbakat yang perlu diberi kesempatan lebih untuk berkembang. Rasman juga menilai bahwa jika pembinaan atlet lokal tidak diberdayakan dengan baik, maka evaluasi terhadap sistem pengelolaan olahraga harus segera dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Jika pembinaan selama ini hanya fokus pada pencarian atlet dari luar, maka itu harus dievaluasi. KONI dan cabang olahraga harus memastikan bahwa atlet yang direkrut adalah atlet yang berasal dari daerah sendiri,” lanjutnya.

Menurut Rasman, untuk mencetak atlet berkualitas, regenerasi harus dimulai dari usia dini. Pemerintah daerah, katanya, harus memprioritaskan pengembangan bakat atlet muda yang ada di Kaltim. “Kaltim memiliki banyak potensi yang belum digali sepenuhnya. Pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan di tingkat usia dini sangat penting untuk memastikan bahwa atlet kita dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Rasman juga mengingatkan bahwa aturan KONI secara tegas melarang rekrutmen atlet dari luar provinsi, dan pembinaan harus dilakukan dengan mengutamakan potensi yang ada di dalam provinsi. Hal ini menjadi langkah konkret untuk memaksimalkan pengembangan sumber daya manusia yang ada di Kaltim.

Lebih lanjut, Rasman berharap agar para pengelola olahraga di Kaltim lebih fokus pada peningkatan kualitas atlet muda melalui program pelatihan yang terencana dan mendalam. “Saya berharap kita bisa melahirkan lebih banyak atlet muda dari daerah yang siap bersaing di ajang-ajang olahraga bergengsi,” tuturnya.

Dengan fokus pada regenerasi atlet usia dini yang berasal dari Kalimantan Timur, Rasman optimis bahwa olahraga di provinsi ini akan terus berkembang, menghasilkan atlet berkualitas, dan mampu bersaing dengan provinsi lain di tingkat nasional dan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *