Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Museum Sadurengas, yang terletak di Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, kini menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah yang wajib dikunjungi. Bangunan yang dahulu merupakan kediaman Sultan Pasir, Aji Tenggara, ini telah mengalami berbagai transformasi sejak dibangun pada tahun 1844. Setelah menjadi istana Sultan Ibrahim Khaliluddin pada abad ke-19, tempat ini akhirnya diubah menjadi museum yang menyimpan berbagai koleksi peninggalan budaya lokal yang sangat bernilai.
Keunikan dari Museum Sadurengas terletak pada struktur bangunannya. Terdiri dari dua bagian utama, bangunan pertama adalah tempat tinggal Aji Tenggara yang dibangun pada masa pemerintahan beliau, sementara bagian kedua adalah perluasan yang dilakukan oleh Sultan Ibrahim Khaliluddin. Perubahan ini menciptakan kombinasi arsitektur yang menarik, dengan desain panggung yang disebut “Kuta Imam Duyu Kina Lenja”, atau “Rumah Kediaman Pemimpin yang Bertingkat”, dalam bahasa Paser. Hal ini memberikan ciri khas tersendiri bagi museum ini.
Pada tahun 1999, bersama dengan Masjid Nurul Ibadah yang berada di sampingnya, Museum Sadurengas ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Nasional berdasarkan SK Mendikbud. Masjid ini juga dibangun pada masa pemerintahan Aji Tenggara, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari museum, menciptakan harmoni antara warisan budaya agama dan sejarah kerajaan.
Di dalam museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi benda-benda budaya dari masa lalu. Struktur bangunan yang terbuat dari kayu dengan desain panggung ini menciptakan suasana yang begitu khas, dengan ruang-ruang yang terbagi dengan rapi. Di dalamnya, terdapat ruangan-ruangan yang memiliki fungsi khusus, seperti kamar Sultan, Putra Mahkota, dan kamar Putri beserta dayang-dayangnya, serta dapur yang digunakan oleh keluarga kerajaan dan prajurit keraton.
Bagi para penggemar sejarah dan budaya, Museum Sadurengas adalah tempat yang menawarkan pengalaman mendalam tentang kehidupan masa lalu di Kalimantan Timur. Seiring dengan perkembangan zaman, museum ini terus berfungsi sebagai tempat pelestarian sejarah dan budaya. Terlebih setelah menjalani beberapa kali renovasi, termasuk pada tahun 2008 dan 2018, museum ini tetap terjaga keasliannya, dengan tambahan fasilitas modern untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Selain menjadi objek wisata edukasi, Museum Sadurengas juga menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan domestik, terutama pada hari-hari besar Islam. Peninggalan sejarah yang ada di sini memberikan gambaran jelas tentang kemegahan dan keunikan budaya yang dimiliki oleh Kesultanan Pasir pada masa lalu.
Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Museum Sadurengas dan Masjid Nurul Ibadah. Nikmati perjalanan waktu yang membawa Anda mengenal lebih dekat warisan sejarah yang kaya di Kalimantan Timur.(Adv/Dispar/Nurfa)
