Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Legislator Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi infrastruktur di kawasan wisata Kecamatan Sangkulirang, khususnya yang mengarah ke Pulau Miang dan Dermaga Sembalokan.

Ia menilai akses yang belum memadai menjadi penghambat serius bagi kemajuan pariwisata di wilayah tersebut.

Menurut anggota Komisi IV DPRD Kaltim itu, kerusakan jalan yang terjadi sebagian besar dipicu oleh aktivitas kendaraan perusahaan yang beroperasi di area konsesi, bukan disebabkan oleh penggunaan umum masyarakat.

“Akses menuju Pulau Miang dan Dermaga Sembalokan kondisinya masih jauh dari ideal. Sebagian jalan rusak karena dilintasi kendaraan berat milik perusahaan. Mereka harus bertanggung jawab terhadap perawatan jalur ini,” ungkap Agusriansyah, Kamis (29/5/2025).

Ia menyebut, beberapa perbaikan telah dilakukan, termasuk pengecoran jalur menuju dermaga dan pembangunan fasilitas pendukung seperti tempat tambat perahu dan lahan parkir. Upaya tersebut dianggap sebagai langkah awal dalam menciptakan kenyamanan bagi wisatawan.

Pulau Miang, yang kian populer sebagai destinasi bahari di Kutai Timur, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh. Namun, potensi itu tidak akan maksimal jika hambatan akses dan fasilitas dasar tidak segera ditangani.

DPRD Kaltim, lanjut Agusriansyah, tengah memprioritaskan percepatan proyek-proyek strategis yang berkaitan langsung dengan pengembangan wisata daerah. Salah satunya adalah rencana pembangunan jembatan lingkar sepanjang dua kilometer di Pulau Miang, yang akan dibiayai melalui APBD tahun ini.

“Kami berkomitmen mendorong konektivitas antarwilayah wisata. Akses yang lancar akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Dalam rangka memperkuat sinergi antarlembaga, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga telah mengajukan proposal bantuan dana kepada Pemprov Kaltim. Usulan ini dimaksudkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di kawasan wisata tersebut.

Agusriansyah pun berencana melakukan kunjungan kerja ke Kutai Timur guna memastikan progres percepatan berjalan sesuai rencana.

“Saya akan langsung berdiskusi dengan Bappeda dan Bupati. Jangan sampai potensi wisata yang besar ini hanya menjadi wacana tanpa realisasi konkret,” tegasnya.

Ia optimis, dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, provinsi, dan pihak swasta, sektor pariwisata Kutai Timur akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan inklusif. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *