Timesnusantara.com — Samarinda. Sektor pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai masih memiliki ruang besar untuk tumbuh, namun menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, langkah besar tak akan tercapai jika hanya mengandalkan keindahan alam tanpa didukung inovasi dan pengelolaan yang cermat.
Sapto menyebut bahwa tren pariwisata kini telah bergeser. Wisatawan tidak lagi sekadar mencari pemandangan, tetapi lebih mengejar pengalaman yang unik dan berkesan.
“Daya tarik visual itu penting, tapi pengalaman yang membekas adalah alasan wisatawan kembali. Artinya, pengelolaan destinasi harus kreatif, dan fasilitas harus memadai,” katanya, Kamis (29/5/2025).
Sapto juga menyoroti pentingnya peningkatan aspek penunjang wisata, seperti akses jalan, kebersihan lingkungan, kenyamanan lokasi, serta penguatan identitas kuliner dan budaya setempat.
“Hal-hal kecil seperti kebersihan toilet umum atau kemudahan transportasi lokal bisa jadi faktor penentu bagi wisatawan untuk merekomendasikan atau bahkan kembali ke satu tempat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tiap lokasi wisata di Kaltim seharusnya dapat menghadirkan keunikan khas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Menurutnya, tanpa unsur pembeda yang menonjol, destinasi di Kaltim akan kalah bersaing dengan daerah lain yang lebih dulu mapan dalam pengembangan pariwisata.
“Yang membuat orang datang dan terus datang itu bukan hanya keindahan, tapi ciri khas. Nah, ciri khas itu harus digali dan dikemas secara inovatif,” imbuhnya.
Tak kalah penting, menurut Sapto, adalah keterlibatan pelaku wisata lokal dalam upaya pengembangan kawasan pariwisata. Ia mendorong adanya sistem umpan balik dari pengunjung agar perbaikan dan pengembangan bisa berjalan secara terarah dan tepat sasaran.
“Kalau kita serius ingin menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi, pendekatannya harus modern. Tak cukup hanya bangun infrastruktur, tapi juga harus menciptakan kesan mendalam bagi pengunjung,” lanjut politisi itu.
Lebih lanjut, Sapto optimis bahwa dengan strategi yang berkelanjutan dan berbasis inovasi, sektor pariwisata Kaltim akan tumbuh lebih inklusif serta menjadi sumber ekonomi baru yang memberdayakan masyarakat di sekitar destinasi wisata. (Adv/dprdkaltim)
