Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mengupayakan efisiensi anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tak terkecuali di sektor pariwisata.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan optimal dan tepat sasaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menegaskan bahwa meskipun ada dorongan efisiensi, sektor pariwisata tidak akan dikesampingkan.

Ia menyebutkan sektor pariwisata akan tetap menjadi salah satu bidang yang masuk dalam prioritas pembangunan daerah.

Menurutnya, efisiensi anggaran bukan berarti memangkas semua kegiatan, melainkan mengarahkan penggunaan dana pada program-program yang mendukung sasaran utama pembangunan.

Dalam hal ini, pariwisata bersama ekonomi kreatif dan pertanian berada dalam jalur yang sejalan dengan visi pembangunan Kukar.

“Efisiensi itu tentu akan diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang memang mendukung target pembangunan pemerintah daerah. Pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertanian adalah bidang-bidang prioritas yang ingin dikembangkan di Kukar,” jelas Arianto, pada Senin (28/7/2025).

Ia menambahkan bahwa pengembangan sektor pariwisata memerlukan dukungan anggaran yang memadai, terutama untuk menyelenggarakan berbagai event budaya yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung.

Kegiatan berbasis budaya dan pariwisata dinilai sebagai motor penggerak baru yang mampu mengangkat potensi daerah, sekaligus memperkenalkan Kukar ke khalayak lebih luas. Namun, kata Arianto, pelaksanaan event tetap harus mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

“Event-event budaya dan pariwisata sangat penting untuk mendorong pertumbuhan sektor ini. Namun tentu kita harus bicara rasional dan realistis, melihat kemampuan anggaran kita, terutama nanti di tahun 2026,” ungkapnya.

Dengan keterbatasan fiskal yang mungkin terjadi di masa mendatang, penyusunan anggaran akan dilakukan lebih selektif. Dinas Pariwisata tetap berharap agar kegiatan strategis tidak kehilangan dukungan, apalagi yang berkaitan langsung dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan, diskusi terkait porsi anggaran untuk pariwisata akan dibahas lebih lanjut bersama pimpinan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Penentuan alokasi akan menyesuaikan skala prioritas yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan daerah.

“Yang pasti kami siap menyesuaikan dan mendukung kebijakan efisiensi,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap pariwisata tetap mendapatkan ruang dalam perencanaan karena dampaknya yang luas terhadap perekonomian dan citra daerah.

Maka dsri itu, Arianto tetap optimisme bahwa sektor pariwisata Kukar bisa terus berkembang dengan pendekatan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

“Kami tetap berharap sektor-sektor prioritas seperti pariwisata tetap mendapat porsi perhatian dalam penyusunan anggaran ke depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *