Samarinda, TimesNusantara.com – Warga di kawasan Sempaja Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur digegerkan dengan penemuan potongan tubuh manusia yang diduga korban mutilasi pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.
Penemuan mengerikan tersebut terjadi di Jalan Gunung Pelanduk, RT 13, Kelurahan Sempaja Utara, sebuah lahan kosong yang dipenuhi semak belukar dan relatif sepi dari aktivitas warga.
Kronologi penemuan bermula ketika dua anak yang sedang bermain di sekitar lokasi menemukan sebuah karung mencurigakan di pinggir area semak. Saat diperiksa lebih dekat, mereka melihat potongan tubuh manusia dan segera melaporkannya kepada warga sekitar.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Ketua RT setempat sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian. Warga yang mendatangi lokasi pun sempat dibuat panik setelah mengetahui isi karung tersebut diduga bagian tubuh manusia.
Tak lama berselang, aparat dari Polresta Samarinda bersama Tim Inafis dan personel kepolisian lainnya langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang untuk mensterilkan area dari kerumunan warga.

Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, potongan tubuh korban ditemukan di dua titik berbeda dengan jarak sekitar 70 hingga 100 meter, namun masih berada dalam satu wilayah RT yang sama.
Dalam proses pencarian dan penyisiran lokasi, polisi menemukan total tujuh bagian tubuh korban yang diduga merupakan satu orang korban. Seluruh bagian tubuh tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit untuk proses identifikasi serta autopsi lebih lanjut.
Sementara itu, dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga berjenis kelamin perempuan. Namun hingga kini identitas korban masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Kasus ini langsung menjadi perhatian masyarakat karena terjadi saat suasana Hari Raya Idulfitri di Samarinda. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban, motif pembunuhan, serta pelaku di balik dugaan mutilasi tersebut.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor guna membantu proses identifikasi korban.
