Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.
Nidya Listiyono atau sapaan akrabnya Tio, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kaltim mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang akan mencairkan Bonus Atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua waktu lalu.

Sebelumnya, untuk bonus para atlet yang harusnya sudah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2022 ini, bergeser dan dianggarkan pada APBD Murni tahun 2023.

Akan tetapi banyaknya penolakan atas persoalan tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) pastikan bonus PON Papua cair di bulan Oktober 2022.

Nidya Listiyono mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) atas hal tersebut, yang dimana sebelumnya Bonus Atlet PON bergeser anggarannya pada APBD Murni tahun 2023.

Ia menjelaskan terkait bonus bagi atlet yang sudah berprestasi dapat memicu ataupun mendukung bagi atlet muda, sehingga bisa tumbuh dan berkembang lebih berprestasi lagi.

“Ini salah satu upaya yang dilakukan pemerintah. Tentu harapannya bukan itu saja, akan tetapi dapat memperdayakan,” ucapnya.

Politikus Golkar itu berharap pemerintah tidak hanya memberikan bonus kepada atlet yang lolos untuk mengikut kompetisi. Akan tetapi, juga atlet yang sudah berprestasi kemudian bisa diperhatikan.

“Supaya jangan sampai nanti banyak atlet pada saat berprestasi di luluhkan dan, ketika tidak berprestasi tidak diluluhkan. Artinya, atlet juga harus berpikir logis untuk masa depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Tio juga meminta agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim agar berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Gubernur Kaltim Isran Noor.

“Saya juga meminta KONI yang harus membangun komunikasi dengan Gubernur Kaltim. Ini harus betul-betul dipertimbangkan karena ini demi kelangsungan insan olahraga di Kaltim,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *