Timesnusantara.com – Samarinda.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti hadiri acara Diseminasi dan Publikasi Hasil Pengukuran Data Stunting Tingkat Kota Samarinda, diadakan di Ruang Rapat Utama, Balai Kota Samarinda. Selasa (4/10/22).
Puji sapaan akrabnya menjelaskan, kasus stunting di Kota Samarinda masih cukup tinggi. Walaupun sudah ada penurunan, di mana tahun 2019 prevelensinya 24,7 persen dan di tahun 2021 menurun jadi 21,6 persen, namun angka ini masih di atas batas 20 persen.
“Masalah Stunting merupakan masalah yang sangat serius, oleh karena itu harus ditangani secara serius dan fokus,” ucapnya.
Puji menilai, peran aktif dan keterlibatan para pemangku kepentingan dalam melakukan 8 aksi konferdensi di rasa harus. Termasuk juga salah satunya langkah pentingnya memperkuat peranan posyandu bagi masyarakat.
“Hambatannya ya kenapa ibu-ibu itu tidak membawa balitanya ke posyandu. Padahal terdapat 693 posyandu di Kota Samarinda. Maka perlu adanya sosialisasi pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya posyandu. Dalam hal ini membutuhkan peran RT, lurah, hingga camat. Ini berjenjang semuanya ya” ucapnya.
Puji menuturkan, berdasarkan data stunting yang ada, tetapi data tersebut bukan angka real. Sebab faktanya hanya 37,1 persen yang dilakukan pengukuran dan penimbangan balita dari data entry 86,5 persen. Sehingga upaya semua pihak agar angka stunting bisa beranjak mengalami penurunan hingga sesuai keinginan presiden Jokowi yaitu di bawah angka 14 persen. Kata dia.
“Pencegahan stunting, bukan hanya tugas dari Dinkes semata. Seluruh stakeholder baik pemerintah, swasta, masyarakat, semuanya harus berkontribusi, harus fokus, terukur, kriteria-kriteria dan pencapaian harus sering kita publish,” bebernya.
Oleh karenanya, Puji pun berharap agar peningkatan sosialisasi persoalan stunting di Samarinda terus dilakukan, diantaranya melalui mengikutsertakan di dalam kurikulum pendidikan, baik dari tingkat PAUD hingga tingkat SMP, bahkan sampai tingkat perguran tinggi.
“Peningkatan kualitas PAUD hingga SMP di Kota Samarinda juga sebagai bagian dari upaya menurunkan angka stunting di Kota Samarinda,” ucapnya.
Harapannya sinergi dari ketiga elemen ini menghasilkan peningkatan kualitas program PAUD maupun tingkat SMP di Kota Samarinda pada tahun 2022 dan ke depannya nanti. Pungkasnya
