Timesnusantara.com – Samarinda.
Pada dasarnya industri pertambangan menghasilkan metal dan metaloid dalam konsentrasi tinggi yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Selain itu, penggunaan metode tradisional penambangan secara terus menerus sanggup meningkatkan emisi produk beracun dan produk tidak ramah lingkungan lainnya.
Batu bara adalah batuan organik sumber bahan bakar yang jumlahnya melimpah serta relatif murah ditambang dan diubah menjadi energi. Menambang batu bara bisa berguna untuk kemajuan ekonomi suatu negara, namun proses ini juga punya dampak buruk untuk kesehatan dan lingkungan.
Salah satu efek negatif pertambangan batu bara pada lingkungan yakni mempengaruhi perairan di permukaan atau bawah tanah. Aktivitas pertambangan yang menghasilkan banyak bahan kimia bisa meracuni perairan.
Penggunaan bahan peledak serta aktivitas lain dalam proses pertambangan juga bisa menyebabkan erosi, menghapus keanekaragaman tumbuhan dan hewan yang kehilangan habitat, serta transfer racun di rantai makanan.
Prihatin akan hal tersebut, Mimi Meriami Pane Anggota Komisi III DPRD Kaltim meminta Pemerintah Provinsi Kaltim agar menyorot Pertambangan Batu bara yang ada di Kalimantan Timur.
Pasalnya, ia mengatakan pertambangan batu bara di Kaltim sudah sangat merusak alam, lingkungan, dan hutan yang mengakibatkan banjir yang berdampak kepada masyarakat provinsi Kaltim.
“Kita bisa lihat didepan mata kita dipinggir jalan provinsi, dibelakang rumah penduduk itu kita bisa melihat tambang-tambang itu mengorek-ngorek tanah hitam dan tidak ada tindakan apa pun dari pemerintah,” tegasnya dalam interupsi rapat paripurna ke-42 lalu.
Di sisi lain, ia menyikapi statement gubernur kaltim yang mengatakan bahwa hasil ekspor dari batu bara provinsi kaltim melebihi dari biaya pembangunan IKN yang sebesar Rp. 466 triliun rupiah.
“Yang mana buat saya tidak ada kebanggaan sama sekali atas hasil ekspor tersebut, karena tidak dinikmati oleh masyarakat kalimantan timur,” ucapnya.
Menurutnya, dalam hal ini masyarakat kalimantan timur masih tersiksa dengan infrastuktur yang kurang memadai, sehingga juga masih ada desa-desa yang belum mendapatkan aliran listrik.
Mimi Meriami Pane memohon kepada pemerintah provinsi agar lebih memperhatikan masyarakat nya yang dimana dalam hal ini tertinggal, terutama di desa-desa yang susah di akses dan kekurangan aliran listrik. Sementara disisi lain sumber daya yang ada luar biasa untuk membangun kalimantan timur. Tutupnya.
- Penulis RF
