Timesnusantara.com – Samarinda.
Legislator DPRD Kota Samarinda Anhar menyebutkan tambang hanya memberikan kerugian yang besar.
Dalam diskusi publik yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Anhar mengungkapkan kekecewaan nya terhadap tambang-tambang yang ada di Kota Samarinda.
Melihat seluruh paparan pemateri sebelumnya, ia menegaskan dan meminta kepada seluruh pihak terkait agar meniadakan tambang di Kota Samarinda.
“Tidak boleh lagi ada tambang di Kota Samarinda, titik,” ungkapnya saat di atas panggung.
Ia juga melihat banyaknya kawasan pertambangan di Kalimantan Timur ternyata tidak menjadikan hal ini mampu memenuhi kebutuhan dari masyarakatnya.
“Pasti kalau kita lihat aspek keuntungannya, lebih banyak mudaratnya daripada untungnya,” lanjutnya.
Selain persoalan tambang, Anhar mengatakan bahwa pemanfaatan reklame seperti pengolahan kolam percontohan dan perkebunan percontohan tidak akan pernah bisa menjadi basis ekonomi Kota Samarinda.
“Bohong semua itu tadi, jadi sekarang pemangku kepentingan Kota Samarinda harus berani untuk menolak dengan tegas seluruh tambang, harus ditiadakan,” tegasnya.
Ia membeberkan bahwa semakin hari, persoalan tambang semakin tak terkendali, seperti banyaknya sungai-sungai yang ditutup, sementara tambang semakin merajalela.
“Bahkan saat ini, tambang illegal dan legal ini sudah sulit dibedakan, saking banyaknya bertebaran. Maka dari itu, solusinya adalah peniadaan seluruh tambang di Kota Samarinda,” tutupnya.
