Bagikan 👇

Timesnusantara.comSAMARINDA – Stabilitas ekonomi sebuah daerah tidak melulu ditentukan oleh pergerakan korporasi besar di pusat kota. Seringkali, daya tahan sesungguhnya justru tumbuh subur di gang-gang sempit kelurahan, lewat geliat toko kelontong, industri rumahan, dan warung-warung kecil yang menjadi urat nadi harian masyarakat.

Melihat potensi yang kerap luput dari radar ini, Anggota DPRD Kota Samarinda, Muhammad Yusran, mendesak pemerintah untuk menggeser fokus pembangunan ekonomi agar lebih menyentuh level akar rumput. Bagi Yusran, memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan bukan lagi sekadar pilihan program, melainkan benteng utama dalam menjaga stabilitas fiskal daerah dari guncangan inflasi.

“Ekonomi kerakyatan itu motor yang paling tahan banting. Tapi motor ini tidak bisa jalan kencang kalau dibiarkan bergerak sendiri tanpa bahan bakar program yang tepat sasaran,” kata Yusran.

Selama ini, problem klasik yang menjerat pelaku usaha mikro di kelurahan selalu berkutat pada dua hal: minimnya pendampingan manajemen dan buntu di urusan pemasaran. Mengandalkan metode konvensional jelas membuat mereka kalah bersaing. Oleh karena itu, Yusran meminta intervensi pemerintah hadir secara konkret, misalnya dengan memfasilitasi digitalisasi UMKM kelurahan agar produk lokal bisa menembus pasar yang lebih luas.

Yusran menyoroti bahwa menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemerintah daerah tidak boleh hanya bertindak sebagai pengawas, melainkan harus menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan sektor perbankan, penyedia bahan baku murah, hingga platform pasar digital.

“Efek dominonya sangat instan. Begitu satu warung atau satu industri rumahan di tingkat kelurahan berkembang dan naik kelas, dampaknya akan langsung mengalir ke kantong-kantong masyarakat sekitar. Inilah esensi ekonomi yang membumi,” tambahnya.

Mendorong penguatan ini secara berkelanjutan, menurut Yusran, adalah investasi jangka panjang. Jika fondasi ekonomi di 59 kelurahan se-Samarinda sudah kokoh dan mandiri, maka struktur ekonomi Kota Tepian secara keseluruhan akan jauh lebih stabil, mandiri, dan tidak mudah goyah oleh dinamika ekonomi makro.

Editor : RF

Sumber: A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *