Timesnusantara.com – Samarinda.
Anggota DPRD Prov. Kaltim Marthinus, lakukan interupsi dalam Rapat Paripurna Ke-3 masa sidang I tahun 2023. Ia menyuarakan aspirasi masyarakat tokoh pemuda dan pemudi tentang keresahan yang mereka alami selama ini.
Dalam interupsinya tersebut Marthinus sampaikan kritikannya terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, dengan berdasarkan aspirasi masyarakat yang Ia dapat, tentang Prospek Stadion Palaran sudah sejauh mana, dan sudah bertahun tahun kurang perawatan.
Stadion Utama Palaran, yang menurutnya sangat minim perawatan ini, mengalami kerusakan fasilitas nampak di sejumlah sisi stadion.
Ia menyarankan, agar DPRD Prov. Kaltim dan Pemprov Kaltim segera lakukan komunikasi yang intens dalam mengambil langkah kedepan untuk perkembangan Stadion Utama Palaran tersebut.
Ia menyayangkan, stadion yang dibangun dengan anggaran hampir Rp 1 triliun itu dibangun sudah hampir 18 tahun dengan luas tanah 88 hektare.
“Apakah dirasa perlu dikelola oleh pihak swasta?.” Ungkapnya.
Sementara itu, Marthinus mengungkapkan. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Stadion Palaran, melakukan perawatan terakhir dilakukan pada 2016. Namun sampai sekarang tidak ada anggaran pemeliharaan khusus untuk stadion.
Marthinus menuturkan, dengan akan berakhirnya masa jabatan dewan DPRD Prov. Kaltim dan juga Pemprov, diharapkan bisa berkejasama dalam rangka bagaimana mencari solusi terkait Proggres Stadion Utama Palaran ini.
“Kalau tanggapan pribadi saya, stadion palaran yang 88 hektare itu harus dikelola oleh pihak swasta.” Ucapnya.
Menurutnya, jika dikelola oleh pihak swasta akan banyak investor swasta yang masuk dan bakal menjadi pusat hiburan.
Meski begitu, Marthinus tak menampik masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Terutama mengelola Area Stadion Utama Palaran yang seluas itu.
“Tergantung dari tanggapan masyarakat, baik itu seluruh element. Apakah stadion yang menghabiskan 800 miliar itu bisa dikelola dengan baik. Kalau dikelola dengan baik, manfaatnya banyak sekali itu.” Ujarnya.
Kendati demikian, jika ingin Stadion Utama Palaran berjalan efektif, Marthinus menyarankan Pemprov Kaltim agar berkoordinasi dengan DPRD Prov Kaltim. Sehingga, perencanaan bisa ditentukan. Pungkasnya.
