Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Damayanti, berupaya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) agar segera fasilitasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Kota Samarinda.

Menurutnya, bahwa sebenarnya pedagang kaki lima mempunyai sisi positif, dan jangan melihat dari sisi negatifnya.

Sisi positif yang bisa dipetik yaitu, keberadaan pedagang kaki lima dapat menyerap tenaga kerja yang tidak tertampung di sektor formal sehingga dapat mengurangi beban pemerintah dalam mengatasi pengangguran.

Padahal, sejatinya bila keberadaannya dipoles dan ditata dengan konsisten, keberadaan PKL ini justru akan menambah eksotik keindahan sebuah lokasi wisata di tengah-tengah kota.

Hal ini bisa terjadi apabila PKL dijadikan sebagai bagian dari solusi (part of solution) serta mampu mengatasi pengangguran.

Tentu dengan adanya fasilitas yang mendukung PKL, akan sangat penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghindari peningkatan angka kriminalitas yang ada di Kota Samarinda.

“Seharuanya Pemkot memberikan ruang hidup bagi para PKL Untuk bisa terus berjualan karena ia menilai jika hal ini tidak dilakukan tentunya akan berakibat pada meningkatnya angka kriminalitas,” ungkapnya saat ditemui awak media.

Damayanti menegaskan, angka kriminalitas dapat meningkat, sebab hal ini berhubungan dengan urusan perut.

Sementara, apabila Pemkot menginginkan tatanan kota yang rapi, bersih dan tertib, tidak seharusnya mengesampingkan para pedagang yang ingin menyambung hidup.

Apalagi ditambah dengan kesan kumuh, liar, merusak keindahan, seakan sudah menjadi label paten yang melekat pada usaha mikro ini.

“Justru pemerintah daerah idealnya melakukan pembinaan agar UMKM di Samarinda bisa maju. Kesejahteraan bagi para PKL ini kan perlu untuk kita perhatikan, jangan tunggu menjerit atau sampai angka kriminalitas jadi tinggi, kan kasihan. Ini urusan perut,” ucapnya.

Ia meminta kepada Pemkot Samarinda agar terus berupaya, mencegah timbulnya konflik sosial ditataran masyarakat.

“Jangan sampai masalah satu terselesaikan namun muncul masalah baru,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *