Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur menargetkan angka prevalensi stunting di Kaltim dapat turun menjadi 14 persen pada 2024. Atau turun hampir delalan persen ketimbang 2021 yang tercatat 22,8 persen.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain mengatakan, pihaknya terus mendorong target penurunan angka stunting tersebut tercapai. Lantaran di Kota Samarinda sendiri, angka kasus tersebut cukup nampak.

Sehingga Ia menekankan bahwasanya target tersebut seharusnya ditekan hingga 0 persen.

“Pemerintah diharapkan bisa menuntaskan persoalan stunting di daerah. Jadi targetnya jangan hanya 14 persen tapi nol persen, turunin dananya bantu masyarakat nutrisinya, terutama ibu-ibu,” ungkapnya saat ditemui awak media.

Menurutnya, salah satu faktor turunnya kesehatan ibu dan anak adalah kesehatan mereka menjadi salah satu faktor yang akan mempengaruhi kualitas SDM kedepannya.

Ia juga menghimbau pemerintah kota untuk menyelanggarakan pelayanan dasar seperti pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, konseling gizi terpadu, penyediaan sanitasi, dan edukasi terpadu.

Sani menilai, upaya dalam menurunkan angka stunting di Kota Samarinda, diperlukan adanya dukungan dari sektor ekonomi pula.

“Dengan begitu masyarakat bisa tergantikan dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup dan gizi bagi kesehatan keluarga. Paling penting memang sektor ekonomi, ditingkatkan UMKM juga,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *