Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Menjelang bulan Ramadan harga-harga sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga bahan pokok setiap bulan Ramadhan sudah menjadi siklus tahun. Namun hal itu tidak bisa dibiarkan begitu saja sehingga pemerintah harus kerja keras untuk mengatasinya.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda Shania Rizky Amalia menyampaikan, bahwa kenaikan harga yang menjadi rutinitas setiap bulan Ramadan tidak bisa dimaklumi begitu saja.

Menurutnya, Pemerintah Kota harus mengambil langkah untuk mengantisipasi. Karena kenaikan harga bahan pokok jelas memberatkan masyarakat kecil.

Ia menilai di Tahun 2023 ini, bulan Ramadhan akan mulai pada bulan maret, sehingga diproyeksikan dalam beberapa minggu kedepan akan terjadi kenaikan harga. Hal ini harus menjadi perhatian Pemkot Samarinda untuk mengantisipasi.

“Ya pemkot harus lebih sering melakukan sidak-sidak karena mereka yang lebih tau dan turun kelapangan, ya harus kasih solusi dekat ini,” ungkapnya saat ditemui awak media.

Selain itu Shania mengatakan Pemkot Samarinda harus sigap dalam pengendalian lonjakan harga, seperti yang kita tahu dalam hal ini masih tahap pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19.

“Pemkot bersama stakeholders harus mampu mengendalikan, agar kenaikan tidak menjadi beban baru bagi masyarakat yang sekarang ini baru tahap pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19,” ucapnya.

Politisi Partai Demokrat tersebut mengaku terus melakukan upaya agar warga tetap bisa merasakan harga yang stabil, salah satunya dengan melakukan hearing bersama OPD terkait.

“Inshallah minggu depan jika kegiatan yang ada ini sudah kelar, karena senin kan sudah harus disiapkan, setelah kelar semua kita akan hearing,” ucapnya.

Sehingga menurutnya dengan adanya upaya tersebut menjadi bagian dari langkah meringankan warga untuk mendapatkan sembako dengan harga yang lebih murah dari pasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *