Timesnusantara.com – Kalimantan Timur.
Anggota DPRD Provinsi Kaltim Sarkowi V Zahry mengatakan, hingga saat sekarang pendidikan karakter masih menjadi salah satu isu utama dalam pendidikan Indonesia.
Menurutnya, dalam fungsi pengawasan terhadap terciptanya pendidikan karakter bukan hanya ada di satu faktor, tetapi semua faktor lingkungan yang mempengaruhi dapat terciptanya suatu karakter yang berpendidikan.
“Ya kalau pengawasan bukan hanya orang tua, kalau berbicara lingkungan itu lingkungan sekolah juga iya, lingkungan komunitas iya, lingkungan masyarakat juga iya, jadi fungsi pengawasan harus dilakukan semuanya,” ungkapnya saat ditemui awak media
Tak dipungkiri, Sarkowi menilai pendidikan karakter merupakan secara umum fungsinya ialah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus menerus untuk menyempurnakan diri kearah yang lebih baik.
Oleh karena itu menurutnya, jika tidak didukung dengan pola lingkungan yang positive dan pengelolaan suatu industri dalam pendidikan karakter tentu akan sia-sia.
“Nah itu kan otomatis harus kita petakan kalau berada dalam situasi industri seperti ini tantangannya seperti apa dan apa solusinya,” ucapnya.
Sehingga dalam penerapan pendidikan karakter, Sarkowi memberi usulan terkait hal tersebut yaitu dengan memberi evaluasi keberhasilan dalam menentukan indikator keberhasilan termasuk melibatkan dari sisi survei.
“Jadi survei bagaimana sih dari evaluasi keberhasilan dari sisi parameter yang objektive, selain secara internal tapi juga dilakukan oleh lembaga penelitian yang untuk mengetahui bagaimana tingkat keberhasilannya,” pungkasnya.
