Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda Abdul Rofik mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Samarinda, lakukan inovasi dan kreatifitas guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), utamanya dalam menggali potensi pajak dan retribusi melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Abdul Rofik menuturkan guna meningkatkan PAD perlunya peran Pemkot untuk memberi bekal dan bimbingan para pengusaha UMKM.

“Maka kewajiban pemerintah daerah adalah bagaimana mereka itu diberikan bimbingan pembinaan agar menjadi pengusaha dan pedagang-pedagang handal,” ungkapnya saat ditemui awak media.

Di lain sisi, ia menilai, besarnya anggaran bukanlah indikator utama dalam meningkatkan pajak maupun retribusi. Kapasitas dan kapabilitas pemkot harus menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Selain itu, Pemerintah Kota Samarinda yang beberapa waktu lalu meluncurkan program Kredit Bertuah, dinilai Abdul Rofik tidak efektif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat UMKM dilingkungan Kota Samarinda.

Menurutnya, dengan peraturan yang berbelit-belit serta banyaknya syarat yang dibutuhkan guna mengatasi permasalahan permodalan yang sering di alami pelaku usaha produktif dalam menjalankan usaha itu hanya sia-sia.

“Mereka itu kan mendapatkan bunga dari pinjaman disitu, semakin kecil rakyat itu meminjam semakin enak mereka. Sedangkan kita ini maunya 15 miliar itu dikasih, 15 miliar itu juga akan habis. Artinya jika habis dana yang dikeluarkan itu merata kepada masyarakat pelaku usaha UMKM yang baru,” ucapnya.

Dengan demikian, ia menekankan, optimalisasi pungutan pajak dan retribusi dapat dilakukan bila pemkot mampu memetakan dan menggali seluruh sumber daya dengan baik. Sebagai usulan, pemkot dapat memaksimalkan kinerja dengan OPD yang ada dan dapat menerima usulan-usulan yang telah disampaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *