Timesnusantara.com – KUKAR.
Geliat pembangunan Kutai Kartanegara hingga saat ini terus berjalan, termasuk sejumlah proyek startegis pemerintah. Oleh karenanya, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah berharap semua pihak mendukung pelaksanaan pembangunan Kutai Kartanegara.
“Proses pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara terus berjalan positif. Tercatat pada tahun 2022 lalu, angka pertumbuhan ekonomi Kukar mencapai 3,73%, yang merupakan angka tertinggi setelah pandemi COVID-19.”kata Edi Damansyah belum lama ini.
Berdasarkan tren ini dan kondisi ekonomi regional, nasional, dan global, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Kukar tahun 2023 akan berada dalam kisaran 3-4%. Dan Indeks Gini Rasio yang berada pada angka 0,26 menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan di Kukar dikategorikan rendah, yang mengindikasikan distribusi pendapatan masyarakat yang lebih merata.
“Meskipun demikian, masih ada beberapa titik kemiskinan yang perlu mendapat perhatian. Untuk itu kami berfokus pada penyediaan layanan dasar dan upaya mengurangi kemiskinan di Kukar.” ujar Edi.
Edi menyebut Tenggarong, sebagai ibu kota Kukar dan pusat pemerintahan, mengalami pembenahan tata kota, peningkatan kualitas layanan publik, pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan jasa. Semua ini didesain secara bertahap dan terintegrasi untuk menciptakan karakter kota yang modern sambil mempertahankan kearifan lokal.
Pemerintah Kukar berkomitmen untuk menjadikan Tenggarong sebagai pusat sejarah dan budaya dengan pengembangan budaya Nusantara dan pelestarian peninggalan sejarah. Ini adalah bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026.
“Dan kami berharap mendapatkan dukungan dari semua pihak untuk melaksanakan pembangunan secara bertahap dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.” ucapnya.
Lanjutnya, memgungat potensi pendapatan yang lebih besar pada tahun 2024, sekitar Rp 12 triliun, diharapkan dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan Kota Tenggarong, termasuk dalam proyek-proyek strategis seperti pembangunan pasar, kawasan jembatan, perluasan jalan-jalan utama, dan perbaikan Pulau Kumala.” ungkap Edi.
