Bagikan 👇

Timesnusantara.com- Kalimantan Timur. Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur Nidya Listiyono, Menyoroti permasalahan mengenai banyaknya aplikasi pinjam online (Pinjol) yang membuat masyarakat tergiur dan menjadi korban.

Pria yang sering disapa Nidya itu mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan tawaran semacam investasi bodong dan pinjol tersebut. Ia mengakui bahwasanya memang memudahkan dan mempercepat mendapatkan uang, akan tepati masyarakat akan disusahkan ketika proses pembayaran.

“Yang menyebabkan masyarakat kesusahan mengembalikan pinjol itu yaa, karena bunganya tinggi baru dua atau tiga hari sudah ditagih. Belum lagi pendapatan semisal gaji dibawah UMR itu tidak akan mampu untuk membayar belum kebutuhan sehari-hari, makanya itu perlu hati-hati,” ungkapnya.

Politikus Partai Golkar itu membeberkan bahwa telah banyak kalangan masyarakat, terkhususnya di Kalimantan Timur terjebak investasi bodong.

“Salah satu penyebab investasi bodong itu karena modal kecil, tapi hasilnya besar dan waktunya singkat, karena itu kami harap masyarakat tidak mudah tertipu dan melaporkan jika ada yang mencurigakan karena ini sangat merugikan,” pungkasnya.

Sebab itu, Komisi II DPRD Kaltim akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya investasi bodong dan pinjol ini.

Penulis : Nur Faradita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *