Timesnusantara.com – KUKAR.
Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distranaker) Kabupaten Kutai Kartanegara melaksanakan program Padat Karya di Kelurahan Maluhu Kecamatan Tenggarong.
Program tersebut resmi dimulai sejak 27 Oktober 2023 lalu, yang dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan Penempatan Kerja Distranaker Kukar, Syarifah Rosita, di RT 17 Kelurahan Maluhu.
Program yang direalisasikan berupa normalisasi parit di Rt 17 dan pengembangan budidaya ternak kambing untuk RT 18 Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong.
Ketua RT 17 Kelurahan Maluhu Samsu Haryanto menyampaikan rasa syukur atas realisasi dari usulan warga Maluhu pada program padat karya ini.
“Alhamdulillah usulan kami dapat terakomodir di Distranaker Kukar melalui program padat karya ini,” katanya.
Ia menyebut bahwa normalisasi parit di RT 17 menjadi skala prioritas dan harapan warga. Sebab kondisi parit yang kecil sering menyebabkan kondisi banjir yang menggenai sejumlah rumah warga.”Karena aliran air deras, tapi parit yang ada ini kondisi kecil, sehingga airnya banyak meluap kerumah warga,” ujarnya.
Dia menjelaskan normalisasi parit dilaksanakan sepanjang sekitar 400 meter, yang pengerjaanya dilaksanakan oleh warga di RT 17 Kelurahan Maluhu.”Pekerja nanti mendapatkan upah harian dengan estimasi waktu sekitar 10 hari kedepan,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Camat Tenggarong Syukur Eko Budi Santoso menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program Padat Karya Distranaker Kukar di Kelurahan Maluhu.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Tenggarong mengapresiasi kegiatan sangat penting ini. Salah satu tujuan dilaksanakan kegiatan salah satunya adalah untuk menanggulangi inflasi, memperluas kesempatan kerja, mengurangi penangguran, dan menekan angka kemiskinan,” kata Syukur Eko Budi Santoso.
Melalui program ini diharapkan masyarakat yang tergabung dalam kelompok ternak di Kelurahan Maluhu khususnya di RT 18 itu bisa mandiri.
“Program padat karya pada sektor ekonomi produktif yaitu pengembangan ternak kambing, yang diharapkan nantinya kelompok ternak itu bisa mandiri. Saya kira untuk di Tenggarong ini pasar kambing masih bagus,” ujar Eko.
Sementara untuk kegiatan normalisasi parit, menurut Eko, sebagai langkah untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
“Kedepan Kelurahan Maluhu bisa mengusulkan aspirasi lainnya pada program padat karya ke Distranaker Kukar, karena memang prosedur pengusulan program ini dari bawah, kemudian diverifikasi oleh pihak dinas dan direalisasikan sepanjang ada ketersediaan anggarannya,” papar Eko.
