Timesnusantara.com- Kalimantan Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, judi online menjadi persoalan serius karena terjadi hampir di setiap wilayah di Indonesia. Akses yang mudah ditambah dalam bentuk permainan membuat peminatnya semakin banyak.
Bahkan berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sepanjang 2017-2022 total perputaran uangnya mencapai Rp190 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati mengaku prihatin terhadap kondisi tersebut dan berharap para pengguna judi online sadar akan dampak bahaya yang ditumbuhkan dari kecanduan judi online.
“Dampak dari akibat kecanduan judi online ini sangat berpengaruh ke mental dan psikis karena keseringan kalah dalam bermain dan pusing harus mencari banyak modal,” ungkapnya, Senin (30/10/23).
Puji sangat menyayangkan para pemain judi online ini, padahal tidak ada pecandu judi online yang benar-benar mendapatkan hasil yang menjanjikan sehingga membuat hidupnya sejahtera. Justru sebaliknya, faktanya justru membuat mereka banyak kehilangan uang.
“Tanpa disadari permainan judi online ini merupakan Program yang telah diatur sedemikian rupa untuk memanipulasi emosial seseorang demi meraup keuntungan pribadi sebesar-besarnya, Kalau sudah sekali menang pasti mau main lagi dan lagi,” pungkasnya.
Kendati pemerintah telah banyak memblokir situs jejaring judi online akan tetapi masih banyak pula yang baru dan masih berjalan. Pangsa pasar yang besar di indonesia dan mental jalan pintas mencari uang adalah alasan kenapa judi online susuah diberantas.
Ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini berharap, pendidikan dan tokoh agama beserta orangtua untuk saling bersinergi dalam memberikan pemahaman dan pengawasan secara terus menerus agar tidak menjadi korban judi online.
Penulis : Nur Faradita
