Bagikan 👇

Timesnusantara.com- Kalimantan Timur. Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sutomo Jabir, menyatakan penertiban kios pengisian bahan bakar mini atau pertamini di Samarinda harus diikuti perbaikan sarana dan prasarana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Dengan adanya pertamini sebenarnya sangat membantu masyarakat saat terjadi antrean panjang SPBU, semoga Pemkot Samarinda segera memberikan solusinya,” ungkapnya Jumat (03/11/23).

Sutomo mengungkapkan penertiban pertamini ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan BBM bersubsidi, yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.

“Sangat di sayangkan penyaluran BBM bersubsidi ada yang terdistribusi ke oknum tertentu perusahaan. Padahal, data penggunaan BBM itu sudah ada untuk semua daerah dan data itu menjadi acuan penyaluran BBM bersubsidi. Namun, penyaluran dari SPBU justru salah sasaran,” tuturnya.

Politikus Partai PKB itu, mengapresiasi upaya Pemkot Samarinda yang telah berkoordinasi dengan Pertamina regional guna penerapan kartu pengisian BBM. Penerapan kartu pengisian (fuel card) itu merupakan salah satu cara penertiban distribusi BBM.

“Fuel card sebagai langkah menertibkan antrean panjang yang terjadi karena banyak yang tidak sesuai dengan tempatnya dan mengganggu kenyamanan pengguna lain jalan juga, ini adalah solusi yang bagus,” pungkasnya.

Harapannya, kartu pengisian BBM segera direalisasikan dan sosialisasikan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kebingungan dan keresahan.

Penulis : Nur Faradita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *