Timesnusantara.com – KUKAR.
Program pembangunan pada sektor pertanian dalam arti luas menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2025.
Untuk percepatan pembangunan pertanian, Pemerintah Kutai Kartanegara menetapkan program pertanian berbasis kawasan dengan menetapkan lima kawasan strategis, yakni di Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang-Sebulu-Muara Kaman, Kecamatan Marangkayu dan Loa Kulu.
Program pertanian dibawah kendali Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perkebunan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kutai Kartanegara, pada 2023 ini telah memaksimalkan program kerjanya, agar capain pembangunan sektor pertanian tercapai sesuai target.
Seperti pembangunan 25 embung skala besar dan kecil, 68 Km jalan produksi pertanian dan perkebunan, 77 Km pembangunan normalisasi irigasi, bantuan 13.600 unit sarana prasana produksi perikanan kepada para nelayan dan pembudidaya ikan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Distanak Kukar telah berhasil merealisasikan program pembangunan jalan usaha tani sepanjang 76 Km pada 2023 ini. Pencapaian tersebut melebihi target yang semula hanya sekitar 68 Km,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Muhammad Taufik belum lama ini.
Pembangunan jalan usaha tani sangat penting untuk memudahkan mobilitas petani dan mengangkut hasil pertanian, termasuk jalan produksi perkebunan Kukar sepanjang 20 Km sampai saat ini capaiannya sudah lebih dari itu.
Sementara itu untuk rehabilitasi dan pembangunan embung kecil 20 unit dan membangun 7 embung yang berada di Kecamatan Sebulu, Muara Badak dan Marangkayu, yang sebagian masih berproses dan ditargetkan pada akhir 2023 akan selesai.
Pada sektor perikanan dengan program Fasilitasi bantuan Sapras untuk 25 ribu nelayan produktif sejauh ini telah tercapai. Pemkab Kukar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar pada tahun 2021 telah merealisasikan bantuan sekitar 1.648 unit bantuan Sarana Prasana Perikanan kepada nelayan.
Program tersebut berlanjut di Tahun 2022, ada sekitar 9 628 unit yang disalurkan ke para nelayan.
Sementara pada 2023 ini, target yang ditetapkan sekitar 13.600 unit Sapras perikanan, namun dalam realisasinya melebihi target. Hingga saat ini sudah 14.987 bantuan sarana prasana produksi perikanan yang diberikan.
Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Kukar Muslik melalui Kabid Pemberdayaan Nelayan DKP Kukar A.Husaini mengungkapkan bantuan yang diberikan ke nelayan berupa mesin, perahu, alat tangkap, bibit dan pakan ikan.
“Penyaluran bantuan sarana produksi perikanan tahun ini melebihi target. Sebab tahun ini sebenarnya kita targetkan penyaluran bantuan 13.600 unit, namun realisasinya mencapai 14.987 unit,” ungkapnya.
Bantuan tersebut disalurkan kepada 258 kelompok nelayan dan pembudidaya perikanan di Kecamatan Sanga Sanga, Muara Badak, Samboja, Muara Jawa, Anggana, Marangkayu, Loa Kulu, Kenohan, Muara Muntai, Tenggarong, Loa Janan, Muara Wis, Kota Bangun, Muara Kaman, Kembang Janggut dan Tabang.
“Fasilitasi 25 ribu nelayan produktif telah tercapai. Dan sampai akhir tahun 2023 nanti diperkirakan kalau dihitung lebih 20 ribu nelayan yang akan mendapatkan bantuan sapras produksi perikanan.”katanya.
Pemerintah Kukar berharap dengan diberikan bantuan produksi perikanan, akan meningkatkan pendapatan nelayan dan pembudidaya ikan produktif di Kabupaten Kutai Kartanegara, sehingga apa yang menjadi harapan pemerintah Kukar yakni mewujudkan masyarakat yang sejehtera dan bahagia benar benar dirasakan masyarakat Kutai Kartanegara.
