Bagikan 👇

Timesnusantara.com- Kalimantan Timur. Rencana pemindahan Pasar Ramadan dari GOR Segiri ke Polder Air Hitam mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Pemindahan ini disebabkan oleh bangunan GOR Segiri yang saat ini masih dalam tahap revitalisasi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Fuad Fakhruddin menyatakan pemindahan Pasar Ramadan tersebut merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menyatukan semua pedagang musiman yang biasa berjualan di GOR Segiri ketika Ramadan tiba.

“Kalau untuk melihat kondisi sekarang GOR Segiri itu lagi diadakan revitalisasi. Kalau umpamanya itu diadakan di sana (GOR Segiri) memang akan sangat mengganggu dan soal keselamatan juga,” ujar Fuad, Kamis (7/3/24).

Ia menyampaikan persetujuannya soal pemindahan tempat Pasar Ramadan. Hanya saja, Fuad meminta agar pemerintah mencari lokasi yang strategis seperti di tengah-tengah kota, sehingga dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

“Tapi untuk perpindahannya sendiri di Polder Air Hitam, saya kira ini perlu dipikirkan ulang juga karena menyangkut tempatnya yang cukup jauh di sana dan menurut saya di sana kurang representatif,” jelasnya.

Politikus Partai Gerindra ini mengaku lokasi yang lebih ideal untuk Pasar Ramadan adalah di daerah Karang Asam.

“Karena di sana luas, itu lokasinya dibandingkan ke Polder yang lumayan jauh tempatnya,” tuturnya.

Meski demikian, dirinya berharap Pemkot Samarinda nantinya dapat memutuskan tempat yang paling strategis untuk diadakan Pasar Ramadan.

“Diharapkan pembahasan lebih lanjut akan membuka ruang untuk pemikiran ulang dan solusi yang lebih dapat diterima oleh seluruh masyarakat Samarinda,” tutupnya. (adv/Dita)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *