Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Peternakan dan Pertanian (Distanak) Kukar terus berupaya melakukan pengembangan ternak sapi potong.

Pengembangan peternakan sapi potong di Kabupaten Kukar menjadi prospek yang menjanjikan mengingat masih kurangnya pasokan daging di Kukar dan Kalimantan Timur (Kaltim) secara keseluruhan. Kebutuhan daging masih terpenuhi dengan impor dari luar daerah.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Aji Gozali Rahman, menjelaskan bahwa saat ini populasi sapi potong di Kukar masih sekitar 30 ribu ekor.

“Namun, Kukar masih dalam tahap pengembangan dan belum mencapai surplus. Idealnya, populasi sapi potong baru dianggap surplus jika mencapai 700 ribu hingga 1 juta ekor.” ujarnya

Dalam upaya meningkatkan populasi, produksi, dan produktivitas ternak sapi, Distanak Kukar terus mengoptimalkan usaha peternakan sapi yang tersebar di 20 kecamatan.

“Langkah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daging di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Timur.” jelasnya

Gozali menekankan bahwa terdapat dua sistem dalam peternakan sapi, yaitu sistem penggemukan dan pembibitan. Saat ini, masih banyak peternak yang menggunakan sistem penggemukan karena membutuhkan waktu yang lebih singkat, yakni sekitar 3 bulan, dibandingkan dengan pembibitan yang memerlukan waktu 9 bulan.

“Kedepan kami berharap dapat terus menambah bibit sapi tahun ini. Meskipun sebagian daging masih harus diimpor dari luar Kaltim, kebutuhan daging sapi di Kaltim mencapai sekitar 1.100, yang jauh dari terpenuhinya kebutuhan.” tutupnya (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *