Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, menegaskan pentingnya keterlibatan Pertamina dalam penertiban pertamini ilegal yang semakin merajalela di Kota Samarinda.

“Tindakan tegas dari Pertamina diperlukan untuk mengatasi polemik yang terus berkembang terkait keberadaan pertamini ilegal di berbagai sudut kota dan pemukiman,” kata Joha.

Ia mengakui manfaat keberadaan Pertamini dalam memudahkan masyarakat mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), terutama di daerah terpencil. Namun, keberadaan pertamini ilegal menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan potensi pelanggaran hukum.

“Meskipun masyarakat mendapat kemudahan akses, namun pertamini ilegal ini dianggap melanggar regulasi dan tidak memiliki izin resmi,” ujarnya.

Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah ketidakpuasan sebagian masyarakat terkait harga BBM, dimana harga Pertalite di pertamini mencapai Rp12 ribu per liter, sedangkan di SPBU hanya Rp10 ribu per liter.

Perhatian juga diberikan terhadap potensi bahaya keberadaan pertamini, yang sering kali menjadi sumber kebakaran di beberapa wilayah, termasuk Samarinda.

“Kita perlu waspada, karena dalam beberapa kasus, kebakaran yang disebabkan oleh mesin pertamini telah menelan korban jiwa. Hal ini memerlukan perhatian khusus dari semua pihak,” tuturnya.

DPRD Kota Samarinda bersama Pemerintah Kota (Pemkot) setempat tengah berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini tanpa menimbulkan konflik yang merugikan semua pihak.(ADV/Dita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *