Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, yang kaya akan potensi, terus berupaya memaksimalkan sektor perikanan sebagai salah satu prodak unggulan.

Kepala Desa Segihan, Hendra Wahyudi, menjelaskan bahwa ada enam kelompok perikanan di desa tersebut yang sedang mengembangkan budidaya ikan nila dan sistem bioflok. Namun, mereka sedang mengubah pola fokus mereka karena beberapa kelompok budidaya ikan mengalami kegagalan.

“Kami mencoba mengubah pola dengan mempersiapkan satu kelompok sebagai pendamping bagi kelompok lain. Ini sudah berjalan selama dua tahun dan sudah terlihat keberhasilannya, terutama dalam budidaya ikan dengan sistem bioflok,” ungkapnya.

Mereka telah mencapai target panen ikan 3-4 bulan sekali dan berencana untuk mengembangkan ke kelompok lainnya. Fokus pada budidaya ikan nila dipilih karena sudah ada kerjasama dengan pihak UMKM melalui PKK untuk mengembangkan olahan ikan nila seperti amplang dan sosis.

“Tujuannya adalah menjadikan produk olahan ikan nila sebagai produk unggulan di Desa Segihan di sektor perikanan,” jelasnya.

Untuk mendukung pengembangan ini, Desa Segihan mendapatkan dukungan luar biasa dari DKP Kukar, meskipun masih ada kegagalan karena kurangnya kesiapan SDM. Oleh karena itu, mereka mengubah pola dengan fokus pada penguatan satu kelompok terlebih dahulu untuk menjadi pendamping bagi kelompok lainnya.

“Peningkatan SDM akan didahulukan, dan bantuan akan diberikan setelah mereka siap,” tambahnya.

Mereka juga telah melakukan pelatihan tentang pengolahan pakan ikan dari limbah rumah tangga. Semua ini dilakukan dengan harapan untuk meningkatkan SDM kelompok perikanan di Desa Segihan. (Adv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *