Timesnusantara.com, KUKAR. Desa Lebak Mantan, Kecamatan Muara Wis, telah berhasil mengelola usaha di bidang peternakan, khususnya penggemukan sapi potong. Usaha yang dimulai dua tahun lalu ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) setempat.
Kepala Desa Lebak Mantan, Satibi Yusuf, menjelaskan bahwa usaha penggemukan sapi ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) bekerja sama dengan kelompok tani Karya Bersama. Usaha ini mendapat dukungan dari pemerintah dalam bentuk bantuan, yang mencakup dana tahunan sebesar Rp 65 juta dari provinsi, memungkinkan Bumdes untuk membeli sapi setiap tahun.
“Sapi kami dapat dari pembelian. Jika ada sapi yang tidak terjual, kami gemukkan terlebih dahulu. Saat ini, dari 20 ekor sapi yang siap dijual, 17 ekor sudah terjual. Pemasarannya dilakukan melalui media sosial, dan hasil penjualannya dibagi dua,” ujar Satibi.
Makanan sapi di Desa Lebak Mantan juga mudah didapat karena desa ini sedang mengembangkan budidaya kelapa sawit. “Dengan banyaknya rumput di bawah tanaman kelapa sawit, hal ini sangat memudahkan usaha penggemukan sapi,” tambahnya.
Pemerintah Desa Lebak Mantan menyampaikan terima kasih atas perhatian dari pemerintah provinsi dan daerah, terutama dalam bentuk bantuan bibit sapi, perawatan, dan dana tahunan. Menurut Satibi, prospek penggemukan sapi di desa ini sangat besar, dan fokus utama kini adalah pengelolaan yang optimal.
“Harapan ke depan, kami akan melihat perkembangan usaha penggemukan sapi ini dan berencana untuk memperbesar serta menambah modal usaha,” tutupnya. (Adv)
