Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Pernyataan yang dilontarkan oleh Isran Noor mengenai “habaib-habaib palsu” dalam acara penetapan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim menuai kontroversi.

Menanggapi hal tersebut, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, memutuskan untuk tidak menanggubris pernyataan kontroversial tersebut.

Calon gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengungkapkan, meskipun pernyataan tersebut dianggap sebagai candaan, namun mereka dan tim pendukung sangat menghormati serta memuliakan para habaib dan ulama yang ada di Bumi Kalimantan.

“Kehadiran habaib dan guru agama adalah bentuk penghargaan dan cinta yang mendalam. Doa-doa dari para habaib dan ulama sangat kami harapkan. Insya Allah, doa mereka tak ada hijab, tanpa sekat. Kami yakin mereka adalah orang-orang yang mulia, alim, dan bijaksana. Maka, bagi kami, mendapatkan doa-doa dari mereka sangatlah penting,” katanya.

Rudy juga menegaskan bahwa bukan kapasitasnya untuk menjawab pernyataan Isran Noor, meski pernyataan tersebut ditujukan kepada habaib yang duduk di barisan Rudy-Seno.

Ia menggarisbawahi pentingnya menjaga rasa cinta dan hormat terhadap para habaib, yang diyakini sebagai keturunan langsung dari Rasulullah.

“Kita terus melaksanakan kegiatan maulid. Itu membuktikan rasa cinta dan takzim kita kepada mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Seno Aji mengungkapkan rasa kecewa dan kesedihan mendalam atas pernyataan Isran Noor.

“Jika ditanya apakah kami sedih, tentu saja kami sangat sedih dan kecewa mendengar pernyataan seperti itu. Meskipun mungkin yang dimaksudkan sebagai candaan, hal ini tidak pantas, terutama menyangkut etika keagamaan. Namun, bukan hak kami untuk menanggapinya,” pungkasnya.(Fd/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *