Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi pencak silat di Kalimantan Timur melalui pembinaan yang intens dan berkelanjutan.

Menurut Rasman, keberhasilan dalam mencetak pesilat-pesilat berprestasi tidak bisa dicapai dengan cara instan, melainkan melalui proses yang dimulai sejak usia dini dan dilaksanakan secara konsisten.

“Pembinaan yang terstruktur, dimulai dari pelatihan dasar di tingkat sekolah hingga pengembangan di perguruan silat, adalah kunci untuk mencetak atlet berpotensi. Kami juga mendorong perguruan silat untuk rutin mengadakan pelatihan dan event, guna memastikan kemampuan pesilat muda tetap terasah,” jelas Rasman, Rabu (13/11/24).

Lebih lanjut, Rasman menjelaskan bahwa Dispora Kaltim tidak hanya fokus pada penyelenggaraan kejuaraan, tetapi juga berupaya untuk memperkuat ekosistem olahraga pencak silat di daerah dengan mendukung kegiatan-kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh perguruan silat lokal.

“Kami berharap para pelatih dan pengurus perguruan silat bisa lebih aktif dalam mengadakan latihan, baik itu secara mandiri maupun melalui kegiatan-kegiatan yang kami fasilitasi. Dengan begitu, kemampuan teknis dan mental para pesilat muda dapat terus berkembang,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dispora Kaltim juga telah menggelar berbagai turnamen untuk memberikan wadah bagi pesilat muda untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan prestasinya.

Salah satu contoh nyata adalah Turnamen Terbuka Pencak Silat Piala Gubernur 2024 yang diadakan pada pertengahan September lalu, yang diikuti oleh 595 pesilat dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Rasman menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari komitmen Dispora Kaltim untuk mendukung pengembangan olahraga pencak silat dan menemukan bakat-bakat baru di kalangan generasi muda.

“Turnamen ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai seleksi menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Wilayah IV di Kendari. Kami ingin memastikan bahwa pesilat yang dipersiapkan untuk mewakili Kaltim di tingkat nasional adalah yang terbaik dan sudah teruji kemampuannya,” ungkap Rasman.

Turnamen Piala Gubernur 2024 terdiri dari dua kategori, yaitu kategori pelajar yang diikuti oleh 405 peserta dari berbagai sekolah di Kalimantan Timur dan kategori kejuaraan provinsi dengan 190 peserta.

Menurut Rasman, kedua kategori ini sangat penting untuk memperkuat regenerasi atlet pencak silat di Kalimantan Timur, terutama dalam mempersiapkan mereka untuk bersaing di ajang yang lebih bergengsi, seperti PON dan kejuaraan internasional.

“Pembinaan atlet pelajar dan senior harus berjalan beriringan. Kami ingin memastikan bahwa pesilat muda yang berprestasi dapat melanjutkan karirnya ke level yang lebih tinggi, sementara atlet senior yang sudah berpengalaman tetap menjadi panutan bagi generasi berikutnya,” tambahnya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk KONI Provinsi Kalimantan Timur dan berbagai perguruan silat lokal, Dispora Kaltim optimis dapat terus melahirkan pesilat-pesilat yang tidak hanya mampu berprestasi di tingkat provinsi, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Rasman berharap, melalui pembinaan yang lebih terarah dan terstruktur, Kalimantan Timur akan menjadi salah satu provinsi unggulan dalam cabang olahraga pencak silat.

“Kami ingin pencak silat di Kaltim tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional. Semoga langkah-langkah yang kami lakukan dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk berprestasi di dunia olahraga,” tutup Rasman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *