Timesnusantara.com – Kukar. Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, menunjukkan komitmen serius dalam menangani masalah stunting melalui program Pemberian Makanan Bergizi (PMB).
Program ini menyasar balita yang terindikasi berisiko stunting di 11 desa di wilayah kecamatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kembang Janggut, Suhartono, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mencegah risiko stunting sebelum kondisi tersebut terjadi.
“Kami fokus menangani anak-anak yang berisiko stunting. Misalnya, balita dengan berat badan yang tidak naik selama beberapa bulan langsung kami intervensi agar tidak berkembang menjadi stunting,” ujar Suhartono, Kamis (14/11/2024).
Program PMB dilakukan secara rutin setiap akhir pekan dan menyasar 115 balita di seluruh desa.
Langkah ini diambil untuk memastikan anak-anak mendapatkan perhatian gizi yang memadai sehingga pertumbuhan mereka optimal.
Selain itu, program ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Suhartono menambahkan, Desa Perdana dan Pulau Pinang telah menjadi pelopor pelaksanaan program ini, sementara desa lain masih dalam tahap persiapan.
“Kami terus bekerja sama dengan komunitas lokal untuk memastikan program berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Melalui upaya ini, pemerintah kecamatan berharap dapat mengurangi risiko stunting secara signifikan di wilayah Kembang Janggut, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi balita. (Adv)
