Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara, Sunggono, memberikan tanggapan resmi atas berbagai usulan dari Fraksi Partai Gerindra dalam Rapat Paripurna ke-21 DPRD Kukar, Senin (18/11/2024).

Rapat ini membahas pemandangan umum fraksi terkait nota keuangan rancangan peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025.

Rapat yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Kukar ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kukar, Junaidi, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, serta seluruh anggota DPRD dari berbagai fraksi.

Sunggono menyampaikan apresiasi kepada Fraksi Gerindra atas masukan dan pandangan yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sepakat untuk memastikan program kerja selaras dengan prioritas nasional, seperti pengurangan pengangguran, pemberantasan kemiskinan, dan pemberian makanan siang gratis bagi balita, siswa SD, SMP, serta Madrasah.

“Program pelatihan keterampilan kerja bagi pemuda, pemberdayaan UMKM, dan pemberian makanan tambahan untuk balita serta siswa sekolah akan kita akomodasikan dalam anggaran kesehatan dan pendidikan daerah,” ujar Sunggono.

Sunggono juga menjelaskan bahwa belanja daerah untuk TA 2025 telah dirancang sesuai pedoman Permendagri Nomor 15 Tahun 2024.

Kata dia, fokus belanja mencakup transformasi ekonomi, pengendalian inflasi, penurunan angka stunting, dan peningkatan investasi.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan dana besar untuk sektor-sektor strategis seperti, pendidikan; Rp1,49 triliun atau 19,66 persen dari total belanja. Kesehatan; Rp1,58 triliun atau 16 persen dari total belanja dan Perekonomian: Rp1,29 triliun.

Sunggono menegaskan bahwa penanganan isu kemiskinan, pengangguran, dan kesejahteraan masyarakat dilakukan melalui sinergi antar-SKPD, seperti Dinas Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, dan Sosial.

“kita di pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mencegah egosentrisme antar SKPD,” tuturnya.

Sunggono juga mengakui pentingnya menyelesaikan proyek-proyek yang sempat tertunda, termasuk pembangunan infrastruktur di sekitar Stadion Rondong Demang.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk memulai kembali pengerjaan proyek-proyek ini secara bertahap dengan prioritas pengawasan dan percepatan pelaksanaan agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *