Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, menyoroti rendahnya peran serta tenaga kerja konstruksi lokal dalam proyek-proyek besar, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia mengungkapkan bahwa meskipun proyek IKN memiliki skala nasional, sebagian besar pekerjaan konstruksi justru dikerjakan oleh pihak luar daerah, sementara tenaga kerja lokal belum diberdayakan secara maksimal.

“Proyek IKN ini merupakan peluang besar bagi jasa konstruksi lokal untuk berkembang, namun kenyataannya, banyak tenaga kerja lokal yang kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar. Keterlibatan mereka dalam proyek ini harus menjadi perhatian serius,” ungkap Sapto.

Sapto mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk lebih fokus pada pemberdayaan tenaga konstruksi lokal. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) setempat, khususnya dalam proyek-proyek besar seperti IKN. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan yang memadai untuk meningkatkan keterampilan para pekerja, terutama lulusan SMK yang berpotensi besar.

“Penting bagi Pemprov Kaltim untuk menyediakan pelatihan dan memperkuat asosiasi profesi jasa konstruksi lokal. Dengan begitu, tenaga kerja konstruksi lokal bisa bersaing sehat dan berkompetisi dengan tenaga kerja dari luar daerah,” kata Sapto.

Selain pelatihan dasar, Sapto juga menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan teknis pekerja konstruksi lokal agar dapat bersaing dalam era digitalisasi yang semakin pesat. Ia mengingatkan bahwa profesi konstruksi tidak hanya membutuhkan keahlian fisik, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi baru.

“Tenaga kerja konstruksi lokal harus siap menghadapi tantangan zaman dengan meningkatkan keterampilan teknis. Ini bukan hanya untuk menjaga kualitas proyek, tetapi juga untuk menghindari praktek merugikan seperti banting harga yang dapat merusak reputasi dan kualitas pekerjaan,” jelasnya.

Dengan langkah-langkah ini, Sapto berharap bahwa tenaga kerja konstruksi lokal akan mendapatkan porsi yang lebih besar dalam proyek-proyek infrastruktur besar, seperti IKN. Ia yakin bahwa dengan peningkatan kapasitas dan daya saing, jasa konstruksi lokal dapat memainkan peran lebih besar dalam pembangunan Kalimantan Timur di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *