Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif (ekraf) di berbagai kabupaten/kota sebagai upaya untuk diversifikasi ekonomi daerah. Salah satu daerah yang paling progresif dalam hal ini adalah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang kini dikenal sebagai pionir dalam pengembangan ekraf di Kaltim.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Awang Khalik, mengungkapkan bahwa Kukar memiliki sejumlah keunggulan dalam mendukung ekraf, termasuk regulasi yang matang dan fasilitas yang lengkap.

“Kukar sudah memiliki peraturan bupati yang mengatur ekraf, serta berbagai fasilitas seperti ruang ekraf yang terletak di bawah Jembatan Kukar. Selain itu, Kukar juga telah diakui sebagai Kota Kreatif di bidang seni pertunjukan,” terang Awang saat ditemui team Timesnusantara.com, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya aspek administratif, Kukar juga dikenal aktif dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan ekonomi kreatif. Pemerintah Kabupaten Kukar bahkan telah merencanakan hingga 1.000 acara yang melibatkan seluruh kecamatan, yang menjadikannya sebagai pusat inovasi ekraf di wilayah ini. Kukar juga merupakan kabupaten pertama di Kaltim yang memiliki nomenklatur khusus untuk sektor ekonomi kreatif dalam struktur pemerintahan daerah.

Sementara itu, Kabupaten Paser juga mulai menunjukkan perkembangan signifikan dalam sektor ekraf, meskipun beberapa peraturan dan regulasi masih dalam tahap pembahasan.

Awang Khalik menyatakan bahwa Paser memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekraf sebagai alternatif sektor unggulan, selain sektor tambang dan minyak bumi yang selama ini mendominasi ekonomi daerah. Paser sudah membentuk komite ekraf dan menyediakan ruang kreasi yang mendukung aktivitas para pelaku ekraf setempat.

Kota-kota besar lainnya di Kaltim, seperti Samarinda dan Balikpapan, juga terus berinovasi dalam sektor ekraf. Samarinda telah memperoleh pengakuan sebagai Kota Kreatif dalam bidang industri musik, sementara Balikpapan dikenal sebagai pusat ekraf yang berfokus pada aplikasi dan teknologi digital. Daerah-daerah lain seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Kutai Timur sedang bekerja untuk melengkapi regulasi serta infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan sektor ini.

Awang Khalik menambahkan bahwa kelengkapan regulasi dan infrastruktur di setiap kabupaten/kota sangat penting untuk menarik perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat.

“Semakin matang regulasi dan fasilitas yang dimiliki, semakin mudah pula aliran bantuan dari pusat untuk daerah-daerah yang ingin mengembangkan ekonomi kreatif mereka,” ujar Awang.

Dispar Kaltim berharap seluruh kabupaten/kota dapat berkolaborasi untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif, yang diharapkan menjadi sektor unggulan baru menggantikan ketergantungan pada tambang dan minyak bumi. Dengan demikian, ekonomi kreatif diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat Kaltim.(adv/disparkaltim/nurfa).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *