Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Desa Merabu, sebuah permata tersembunyi di Kabupaten Berau, menawarkan pengalaman wisata alam yang luar biasa meski terletak di lokasi yang cukup terpencil. Memadukan pesona alam yang khas dengan kawasan karst, desa ini menyajikan pemandangan gunung, danau, serta gua-gua karst yang menarik perhatian wisatawan. Tak hanya itu, kearifan lokal masyarakatnya yang peduli lingkungan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin merasakan kedamaian di tengah alam.

Namun, mencapai desa yang memesona ini bukanlah hal yang mudah. Desa Merabu dapat dicapai melalui perjalanan yang cukup panjang, dan perjalanan menuju ke sana menuntut persiapan matang dari para wisatawan. Terdapat beberapa pilihan transportasi yang bisa Anda pilih untuk menuju Desa Merabu, baik melalui jalur darat maupun sungai. Pilihan transportasi ini sangat bergantung pada kondisi pribadi serta kenyamanan yang diinginkan.

Langkah pertama menuju Desa Merabu adalah menuju ibu kota Kabupaten Berau, yaitu Tanjung Redeb. Jika Anda berangkat dari Samarinda, perjalanan darat menjadi pilihan utama meskipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun, jika anggaran Anda mencukupi, penerbangan langsung dari Balikpapan menuju Tanjung Redeb dapat menjadi alternatif yang lebih cepat.

Setelah tiba di Tanjung Redeb, perjalanan menuju Desa Merabu bisa dilakukan dengan dua cara: lewat darat atau sungai. Sejak tahun 2017, akses darat telah dibuka dan kini menjadi pilihan utama untuk sampai ke desa ini. Anda dapat mengendarai kendaraan roda empat dari Tanjung Redeb, dengan waktu tempuh sekitar enam jam. Meskipun sebagian besar jalan sudah beraspal, beberapa bagian masih belum diperbaiki, sehingga perjalanan bisa sedikit menantang.

Bagi Anda yang mencari pengalaman lebih eksotis, perjalanan via sungai bisa menjadi pilihan menarik. Untuk memilih jalur sungai, Anda perlu menuju Desa Muara Lesan terlebih dahulu, yang berjarak beberapa jam dari Tanjung Redeb. Di desa ini, Anda dapat menyewa kapal yang akan membawa Anda menyusuri sungai menuju Desa Merabu. Perjalanan menggunakan kapal ini memakan waktu sekitar empat jam, tergantung pada kondisi arus sungai, yang bisa berubah-ubah. Perlu dicatat, transportasi sungai ini bisa jadi tidak cocok bagi Anda yang mudah mabuk laut.

Dengan segala tantangan akses yang ada, keindahan alam dan keunikan ekowisata di Desa Merabu tetap menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan yang mencari petualangan di tengah alam yang masih asri. Perjalanan menuju desa ini memang tidak mudah, namun pengalaman yang ditawarkan akan membuat segala usaha terasa sebanding.(adv/dispar/nurfa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *