Timesnusantara.com – KUKAR. Ada sekitar 200 pedagang yang berjualan di lorong pasar ramadan kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong. Dengan adanya pasar ramadan ini, pasti memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi para pelaku UMKM.
Di 2024 lalu, pertumbuhan atau perputaran ekonomi di kawasan pasar ramadan bisa mencapai sekitar 30 milliar rupiah dalam waktu satu bulan.
Camat Tenggarong Sukono menjelaskan, selama ramadan ini pemerintah telah menyediakan fasilitas berupa lokasi bagi para pedagang untuk berjualan di pasar ramadan. Hal ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan perekonomian pedagang.
“Kami melihat langsung di lapangan terkait aktivitas pedagang, pasar ramadan ini disambut baik oleh masyarakat,” kata Sukono, belum lama ini.
Sementara antusias masyarakat sangat luar biasa, untuk berbelanja takjil di pasar ramadan ini. Sebab pasar ramadan ini telah terpusat di satu lokasi, sehingga memudahkan masyarakat untuk berburu takjil.
“Pasar ramadan ini sangat memudahkan masyarakat untuk berburu takjil. Pasar ramadan ini bagian dari wisata kuliner,” ucapnya.
Dengan daya beli cukup tinggi, pihaknya menargetkan perputaran uang pada 2025 ini mencapai sekitar 30-40 milliar rupiah. Karena pasar ramadan saat ini lokasinya diperluas hingga sisi depan monumen.
“Perluasan ini dilakukan untuk mengakomodasi para pedagang lebih banyak lagi, sehingga keberkahan ramadan bisa dirasakan secara luas bagi pedagang,” ujarnya.
Sementara itu warga Tenggarong Rina menyebutkan, pasar ramadan ini sangat memudahkan masyarakat karena menjual berbagai produk kuliner untuk berbuka puasa.
“Produk kuliner di pasar ramadan sangat lengkap dari gorengan, makanan berat hingga jajan tradisional,” sebut Rina. (adv)
