Timesnusantara – Kukar. Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Kartanegara (Dispora Kukar) akan melakukan peningkatan kualitas pemuda di bidang wirausaha. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah program sertifikasi keterampilan kopi, yang menyasar pelajar SMK hingga pelaku industri pemula.
Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren kopi kekinian. Dispora Kukar ingin membangun sumber daya manusia (SDM) lokal yang benar-benar siap bersaing di industri kopi, mulai dari hulu hingga hilir. Mulai dari proses budidaya, pengolahan, hingga kemampuan barista akan jadi bagian penting dalam program ini.
“Yang kami kejar bukan cuma pelatihan, tapi bagaimana siswa bisa punya sertifikasi resmi dari lembaga berwenang,” kata Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana.
Ia menyebut, saat ini Kalimantan Timur masih kekurangan asesor bersertifikasi di bidang keterampilan kopi. Padahal, permintaan tenaga kerja terampil di sektor ini terus tumbuh, seiring meningkatnya popularitas kopi lokal di pasar regional maupun nasional.
Fokus awal Dispora Kukar ditujukan ke salah satu SMK Negeri di Kukar yang telah membuka jurusan khusus pengolahan kopi. Sekitar 50 siswa akan disiapkan untuk mengikuti pelatihan sekaligus sertifikasi. Program ini ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat, dan paling lambat direalisasikan pada tahun 2026.
“Kami ingin mereka nggak cuma bisa bikin kopi, tapi benar-benar diakui keahliannya secara nasional,” ujar Dery.
Sertifikasi ini diharapkan menjadi pondasi terbentuknya ekosistem kopi di Kukar yang terstandarisasi dan berkelanjutan. Dispora pun tengah menjalin komunikasi dengan lembaga terkait untuk memastikan kehadiran asesor profesional di daerah.
“Kalau SDM sudah siap, tinggal kita pastikan penilaiannya juga siap. Jangan sampai ada tenaga yang ahli tapi nggak bisa tersertifikasi karena asesor belum tersedia,” tutup Dery.
(Adv. R)
