Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil peran penting dalam mencetak generasi muda yang siap terjun ke dunia industri, khususnya sektor kopi. Melalui program kewirausahaan yang tengah dirancang, siswa SMK disiapkan menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Langkah awal program ini difokuskan di SMK Negeri 2 Sebulu yang memiliki jurusan perkopian. Dispora melihat potensi besar dari jurusan tersebut untuk dikembangkan menjadi embrio pelaku industri kopi lokal di masa depan.

Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Derry Wardhana, mengatakan bahwa pihaknya tengah menyusun program pelatihan dan pemberdayaan yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

“Kami melihat peluang besar dari siswa-siswa ini. Mereka sudah punya dasar, tinggal difasilitasi dan diarahkan agar mampu bersaing sebagai pelaku industri kopi,” jelas Derry.

Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, seperti meracik kopi atau pengolahan biji, tapi juga menyasar pemahaman wirausaha yang utuh, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Menurut Derry, pemuda dari SMK menjadi target ideal karena mereka berada pada usia produktif dan siap memasuki pasar kerja maupun membuka usaha sendiri.

Dispora Kukar menilai pentingnya keterlibatan sejak dini dalam sektor potensial seperti kopi agar pemuda Kukar memiliki pijakan yang kuat saat lulus dari sekolah.

“Anak-anak muda ini harus dipersiapkan sejak awal agar tidak hanya menjadi tenaga kerja, tapi juga pelaku usaha yang menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.

Dengan perkembangan industri kopi yang terus meningkat, pemerintah daerah berharap bisa menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan pemuda secara aktif di dalamnya.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, sesuai dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Dispora pun membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan pelaku UMKM kopi yang telah lebih dulu berkembang.

Derry menegaskan, keberhasilan program ini akan bergantung pada kolaborasi semua pihak, serta keseriusan dalam mendampingi siswa hingga mereka benar-benar mandiri.

(Adv. R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *