Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus memantapkan perannya sebagai wilayah penyangga utama pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu langkah nyata yang kini dikebut adalah percepatan perbaikan infrastruktur jalan yang menghubungkan kawasan IKN dengan berbagai daerah di sekitarnya.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas pembangunan IKN, kebutuhan akan akses jalan yang memadai menjadi semakin mendesak. Untuk menjawab tantangan itu, Pemprov Kaltim menyiapkan skema penyelesaian jalan strategis dalam waktu maksimal tiga tahun ke depan. Jalur-jalur prioritas ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas serta mendorong pemerataan pembangunan wilayah.

“Kita mengejar perbaikan beberapa ruas jalan yang masih belum memadai. Insyaallah di 2025 mulai kita anggarkan untuk perbaikan jalur menuju IKN, agar konektivitas wilayah semakin baik,” ujar Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, pada Jumat (30/5/2025).

Ia menjelaskan, sejumlah jalur utama yang masuk dalam program pembenahan infrastruktur mencakup ruas Samarinda–Kutai Barat, Samarinda–Berau, dan Kutai Barat–Mahakam Ulu. Menurutnya, peningkatan kualitas jalan di koridor ini akan sangat menentukan kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.

“Jika berjalan sesuai rencana, maka akses antardaerah akan semakin lancar dan mendukung mobilitas di sekitar IKN,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada pembangunan jalan darat, Pemprov Kaltim juga tengah menyiapkan pembangunan jembatan penghubung yang bertujuan membuka keterisolasian antarwilayah.

Salah satunya adalah Jembatan Sei Nibung yang akan dibangun di kawasan Pelawan Sangkulirang, Kutai Timur. Jembatan ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh secara signifikan antara Sangatta dan Berau.

“Jembatan tersebut akan mempercepat konektivitas antara dua daerah penting di wilayah timur Kaltim,” tambahnya.

Di sisi lain, Seno menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai penunjang utama kemajuan daerah.

Ia menyebut, program pendidikan gratis dari jenjang SMA/SMK/MA hingga S3 menjadi kebijakan yang dirancang untuk mendorong masyarakat agar dapat lebih berdaya dan siap bersaing di masa depan.

“Pendidikan adalah kunci kebangkitan kita. Karena itu, kami ingin memastikan semua warga punya akses pendidikan tanpa beban biaya,” tegasnya. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *