Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Makmur HAPK, kembali menyoroti pentingnya percepatan pembangunan jembatan penghubung ke lokasi wisata di sekitar Pulau Segah dan daerah pesisir Berau.

Menurutnya, meski jalan beraspal dan infrastruktur utama telah tersedia, akses vital tersebut masih menggunakan jalan tradisional memanfaatkan perahu, sehingga menghambat mobilitas dan perkembangan ekonomi.

“Jalan darat sudah selesai, tapi jembatannya belum. Saat ini masih pakai perahu tradisional. Aksesnya dekat, malah lebih cepat terhubung ke Kabupaten Berau dan kabupaten lainnya,” ujarnya, Kamis (12/6/2025).

Makmur menambahkan, pulau-pulau kecil di kawasan tersebut telah terjaga keindahan alam dan lautnya, sehingga dukungan akses akan makin menguatkan destinasi wisata unggulan.

Ia memperkirakan bahwa pengoperasian jembatan ini bakal meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

“Saat ini dari Biduk-Biduk ke Samarinda, ongkos per orang bisa mencapai Rp600 ribu, terutama untuk pengangkut ikan,” paparnya.

Sumber-sumber hasil laut dari Berau kini banyak dikirim ke pasar Segiri, Samarinda, sebagai efek ekonomi yang sudah berjalan.

Mengantisipasi hambatan birokrasi, politisi ini mengaku telah mendorong percepatan pembangunan jembatan sejak lama. Tekanan publik semakin riuh belakangan, dan ia optimis akhir tahun ini jembatan dapat diresmikan.

“Jembatannya kecil saja, tidak perlu besar, tapi manfaatnya luar biasa untuk akses,” terangnya.

Kawasan wisata di sana kini ramai dikunjungi, dengan kendaraan berdatangan setiap menit. Makmur juga mengapresiasi inisiatif warga mempercantik rumah-rumah untuk menerima tamu.

“Wisata bukan hanya tugas pemerintah. Warga harus siap menyambut, memberi kesan baik agar wisatawan betah dan kembali lagi,” tuturnya.

Ia menilai, keramahan masyarakat merupakan kunci daya tarik wisata yang lestari. Contohnya di Segah, di mana kolaborasi antara pemerintah dan warga setempat telah menciptakan suasana yang aman dan nyaman, hingga pengunjung merasa diterima secara menyeluruh.

Lebih jauh, ia menyebut kawasan Kecamatan Segah, yang kini dikepalai oleh seorang perempuan dari suku Dayak, menjadi contoh sukses usaha pelestarian lingkungan dari pembiaran aktivitas hewan ternak.

Menurut Makmur, air bersih di ibukota kampung Segah tersedia alami, tanpa bantuan pemerintah menunjukkan bahwa peran masyarakat lokal sangat vital dalam menjaga lingkungan dan mendukung sektor pariwisata.

Pembangunan jembatan ini, kata Makmur, akan melengkapi sinergi antara akses infrastruktur, pelestarian alam, dan kehangatan masyarakat.

Jika terealisasi sesuai rencana, ia yakin masyarakat lokal, perekonomian daerah, dan pariwisata Kaltim akan menyambut babak baru kemajuan. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *